Sidang Kasus Asuransi BAJ Terdakwa Nasihan, Kejati Kepri Klaim Kantongi Fakta Baru

Kasus dugaan korupsi asuransi BAJ dengan terdakwa Nasihan bergulir di PN Tanjungpinang. Kejati klaim miliki fakta baru hasil pengakuan saksi

Sidang Kasus Asuransi BAJ Terdakwa Nasihan, Kejati Kepri Klaim Kantongi Fakta Baru
Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Kepri Ferry Tas 

TRIBUNBATAM.ID, TANJUNGPINANG-Kasus korupsi Muhamad Nasihan saat ini tengah bergulir di Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

Ia harus mempertanggungjawabkan dugaan perbuatan korupsi senilai Rp 55 miliar dari anggaran APBD Pemko Batam untuk kegiatan asuransi kesehatan dan jaminan hari tua pegawai Pemko Batam.

Kasus ini saat ini tengah memasuki masa persidangan dengan agenda saksi dari perbankan. Dimana saksi tersebut untuk mengetahui pola dan sirkulasi keuangan Muhammad Nasihan saat memindahkan uang senilai Rp 55 miliar milik Pemko kota Batam ke rekening pribadinya.

Baca: Terungkap! Kesaksian Juru Masak: Inilah Makanan Pantangan Pak Harto dan Bu Tien Semasa Hidup

Baca: Inilah Kisah Sepatu di Balik Kemenangan Lalu Muhammad Zohri, Juara Dunia Lari 100 Meter U-20

Baca: TNI AU Nyaris Tembak Jatuh Jet Tempur AS Penyusup Setelah Kepergok Nyelonong ke Bawean!

Baca: Heboh Polisi Tendang Ibu-ibu Diduga Pencuri, Kapolri Copot Langsung Pamen Polda Babel

"Kemarin masih saksi dari perbankan. Untuk mengetahui keuangan yang masuk keluar baik saat memindahkan dari rekening bersama perusahaan asuransi BAJ dan Pemko Batam maupun rekening pribadinya. Dan ada fakta baru," kata Asisten Tindak Pidana khusus Kejati Kepri Fery Tas saat ditemui di Kejati Kepri, (14/7/2018).

Ada fakta baru yang terkuak dalam persidangan tersebut. Dimana dalam persidangan terdakwa pertama Syafei menguatkan keterangan dan fakta dalam persidangan Muhammad Nasihan. Namun secara detail ia tidak menjelaskan fakta baru apa yang memberatkan Muhammad Nasihan.

"Malah dalam persidangan Safei menguatkan. Jadi terbukti semua uang yang dipindahkan oleh Nasihan ke rekening pribadinya," katanya.

Nasihan duduk di kursi pesakitan PN Tanjungpinang saat mendengarkan pembacaan dakwaan kasus korupsi PT BAJ, Senin (7/5/2018) malam
Nasihan duduk di kursi pesakitan PN Tanjungpinang saat mendengarkan pembacaan dakwaan kasus korupsi PT BAJ, Senin (7/5/2018) malam (TribunBatam/Wahib Waffa)

Dalam kasus korupsi ini, terkuak dalam persidangan Nasihan menerima dan memakai hampir keseluruhan dari dana BAJ yang semestinya digunakan untuk pembayaran para peserta asuransi pegawai pemko Batam. Sementara Syafei hanya menerima di angka ratusan juta saja.

"Saya sangat optimis Nasihan ini bersalah. Untuk menentukan berapa kita tuntut apakah lebih berat dari rekananya Syafei, kita masih tunggu agenda persidangan dan fakta persidangan apa lagi yang akan terkuak nanti," kata Ferry Tas.

Sebelumnya Syafei mantan Kasidatun Batam dituntut 8 tahun. Dia kemudian menerima vonis di PN Tanjungpinang dengan kurungan penjara selama tujuh tahun penjara dan harus mengembalikan kerugian negara sebanyak Rp 500 juta.

Uang tersebut dianggap uang yang diterima dari korupsi bersama-sama dengan Nasihan. (*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved