Dikritik Kaum LGBT, Bintang Hollywood Scarlett Johansson Batal Perankan Film Transgender

Bintang Hollywood Scarlett Johansson batal memerankan karakter seorang transgender menyusul reaksi dari komunitas LGBT.

Dikritik Kaum LGBT, Bintang Hollywood Scarlett Johansson Batal Perankan Film Transgender
istimewa
Bintang Hollywood Scarlett Johansson 

TRIBUNBATAM.id- Bintang Hollywood Scarlett Johansson batal memerankan karakter seorang transgender menyusul reaksi dari komunitas LGBT.

Bintang Avengers itu akan bermain sebagai bos kejahatan pada tahun 1970-an di Pittsburgh, Dante "Tex" Gill, yang lahir sebagai Jean Gill, di Rub & Tug.

Namun dia dikritik oleh orang-orang yang mengatakan bahwa peran itu seharusnya diberikan kepada aktor transgender.

"Saya telah belajar banyak dari komunitas (LGBT) sejak membuat pernyataan pertama saya," kata Johansson kepada majalah Out.

"Meskipun saya akan sangat mencintai kesempatan untuk menghidupkan kisah Dante dan transisinya, saya mengerti mengapa banyak orang merasa dia harus diperankan oleh seorang transgender."

"Saya bersyukur bahwa debat kasting ini... telah memicu percakapan yang lebih besar tentang keragaman dan representasi dalam film," tambahnya.

Pengumuman awal dipenuhi dengan kritik keras dan sebagian orang mengatakan itu menunjukkan peluang terbatas yang diberikan kepada aktor transgender.

Trace Lysette, yang membintangi serial Amazon, Transparan, mengatakan itu mewakili masalah yang lebih luas di Hollywood.

"Saya tidak akan marah jika saya memiliki kesempatan yang sama seperti Jennifer Lawrence dan Scarlett untuk peran cisgender, tetapi kita tahu itu tidak benar," tulis Trace dalam twitter-nya. "Kacau."

Tapi tanggapan awal Johansson menentang itu, dan dia menunjuk aktor lain yang pernah mengambil peran transgender.

"Katakan kepada mereka bahwa mereka dapat diarahkan ke perwakilan Jeffrey Tambor, Jared Leto, dan Felicity Huffman untuk komentar," katanya dalam sebuah pernyataan kepada Bustle.

Ini bukan pertama kalinya aktris itu dikritik karena mengambil sebuah peran.

Dia dituduh melakukan "whitewashing" (memerankan peran non-kulit putih) sebuah karakter perempuan Asia di film versi Hollywood dari anime Jepang Ghost in the Shell. (bbc indonesia)

Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved