Johnson & Johnson Harus Bayar Ganti Rugi Rp 67 Triliun karena Bedak Taburnya Diduga Sebabkan Kanker

Produsen bedak ternama Johnson & Johnson (J&J) diperintahkan membayar 4,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp67 triliun kepada 22 perempuan.

Johnson & Johnson Harus Bayar Ganti Rugi Rp 67 Triliun karena Bedak Taburnya Diduga Sebabkan Kanker
archive.indianexpress.com
Bedak Baby Powder Johnson & Johnson 

TRIBUNBATAM.id- Produsen bedak ternama Johnson & Johnson (J&J) diperintahkan membayar 4,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp67 triliun kepada 22 perempuan.

Uang tersebut merupakan ganti rugi kepada mereka yang menuduh produk bubuk bedak telah menyebabkan mereka menderita kanker rahim.

Pada mulanya pengadilan di negara bagian Missouri, Amerika Serikat, memberikan ganti rugi 550 juta dolar AS atau Rp7,9 triliun, namun kemudian ditambah dengan 4,1 miliar dolar AS atau Rp57 triliun sebagai hukuman 'atas kerusakan'.

Keputusan tersebut sudah ditetapkan.

Sementara itu, perusahaan obat raksasa tersebut menghadapi 9.000 kasus hukum terkait dengan bedak bayi terkenalnya.

J&J menyatakan 'sangat kecewa' dan berencana untuk naik banding.

Dalam masa persidangan selama enam minggu, para perempuan dan keluarganya mengatakan mereka menderita kanker rahim karena menggunakan bedak bayi dan produk bubuk selama berpuluh tahun.

Dari 22 perempuan dalam kasus ini, enam orang telah meninggal karena kanker rahim.

Pengacara mereka menuduh perusahaan tersebut mengetahui bubuk bedak teracuni asbestos sejak tahun 1970-an tetapi gagal memperingatkan konsumen terkait dengan risikonya.

Talc atau bubuk bedak adalah sebuah mineral yang kadang-kadang ditemukan di tanah yang berdekatan dengan asbestos.

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help