Bayar Pembunuh Bayaran Rp 20 Juta, Terungkap Kades dan Sekdes Otak Pembunuhan Aktivis Desa

Kades dan Sekdes ditangkap sebagai dalam kasus pembunuhan aktivis desa. Keduanya menyewa jasa pembunuh bayaran Rp 20 juta. Begini kisahnya!

Bayar Pembunuh Bayaran Rp 20 Juta, Terungkap Kades dan Sekdes Otak Pembunuhan Aktivis Desa
Tribun Pekanbaru/Johannes Wowor Tanjung
Konferensi pers terkait penangkapan pelaku pembunuhan Daud Hadi oleh Kapolres Kaswandi Irwan didampingi Kasat Reskrim Teddy Ardian Kamis (5/7/2018). Dua tersangka diamankan polisi setelah 85 hari penyelidikan 

TRIBUNBATAM.ID, PANGKALAN KERINCI- Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Pelalawan telah mencokok tiga pelaku pembunuhan Daud Hari (56) yang terjadi pada 10 April lalu.

Ketiga tersangka telah ditahan di sel Mapolres sejak dua pekan lalu.

Ketiga tersangka yakni SY (33) alias Isyaf yang merupakan eksekutor pembunuhan korban Daud di Desa Sialang Godang Kecamatan Bandar Petalangan.

Baca: KPK Geledah Rumah Dirut PLN, Petugas Sempat Matikan Lampu Teras Selama Penggeledahan

Baca: Penemuan Mayat Wanita di Tanjungpinang, Kakak Korban Histeris: Tega Sekali Pembunuh Adikku!

Baca: Jagokan Prancis Atau Kroasia Juara Piala Dunia 2018? Inilah Jawaban Presiden Jokowi

Baca: Kisah Tak Terungkap Zohri, Juara Dunia Lari 100 Meter: Nyaris Gagal Berangkat Gegara Visa

SY menghabisi nyawa Daud tidak sendirian, melainkan bersama temannya berinisial S yang saat ini sedang diburu dan dimasukan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kemudian tersangka TS alias Temi (28) yang merupakan Sekretaris Desa (Sekdes) Sialang Godang serta AR alias Ari (38) yang menjabat sebagai Kepala Desa (kades) Sialang Godang. Kedua tersangka merupakan dalang atau otak pelaku pembunuhan.

Menurut Kepala Satreskrim Polres Pelalawan, AKP Teddy Ardian S.IK, kasus ini termasuk dalam kategori pembunuhan berencana.

Dimana perencanaan diawali dari tersangka Temi dan Ari untuk menghilangkan nyawa korban Daud.

Konferensi pers terkait penangkapan pelaku pembunuhan Daud Hadi oleh Kapolres Kaswandi Irwan didampingi Kasat Reskrim Teddy Ardian Kamis (5/7/2018). Dua tersangka diamankan polisi setelah 85 hari penyelidikan
Konferensi pers terkait penangkapan pelaku pembunuhan Daud Hadi oleh Kapolres Kaswandi Irwan didampingi Kasat Reskrim Teddy Ardian Kamis (5/7/2018). Dua tersangka diamankan polisi setelah 85 hari penyelidikan (Tribun Pekanbaru/Johannes Wowor Tanjung)

Oleh Temi kemudian menghubungi tersangka Isyaf dan S untuk memuluskan rencana itu dengan bayaran Rp 20 juta.

Kasat Teddy menjelaskan, para tersangka akan dikenakan pasal 340 KHUP tentang pembunuhan berencana dan subsider pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.

"Dengan ancaman hukuman penjara minimal 20 penjara maksimal seumur hidup," tutur Teddy kepada tribunpelalawan.com, Minggu (15/7/2018).

Saat ini pihaknya sedang menyelesaikan berkas perkara serta berkoordinasi dengan kejaksaan. Agar proses hukum terhadap ketiga bisa diteruskan hingga ke persidangan.

Disisi lain polisi sedang memburu pelaku lainnya yakni S yang saat ini masih buronan. Termasuk jika ada kemungkinan tersangka lainnya yang terlibat.

"Memang ini kasus yang sulit dan rumit untuk ditangani. Selama 85 hari penyelidikan akhirnya bisa dipecahkan. Dari awak kita optimis kok," tandasnya.(TribunPekanbaru)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help