KPK Geledah Rumah Dirut PLN, Petugas Sempat Matikan Lampu Teras Selama Penggeledahan

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah Direktur Utama PLN Sofyan Basir di Jakarta Pusat, Minggu (15/7/2018)

KPK Geledah Rumah Dirut PLN, Petugas Sempat Matikan Lampu Teras Selama Penggeledahan
Tribunnews.com/ Gita Irawan
Rumah Dirut PLN Sofyan Basir di di Jalan Taman Bendungan Hilir II Nomor 3, Jakarta Pusat, Minggu (15/7/2018) 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA-Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah Direktur Utama PLN Sofyan Basir di Jalan Taman Bendungan Hilir II, Nomor 3, Jakarta Pusat, Minggu (15/7/2018).

Lampu teras rumah dua lantai tersebut terlihat tidak dihidupkan meski hari mulai gelap.

Tetapi, tampak lampu bagian dalam rumah dinyalakan.

Baca: Program Unggulan Syahrul-Rahma Dikebut di APBD 2019, Sekda Pinang Perintahkan OPD Realisasi

Baca: Inilah Kisah Rumah Sederhana di Balik Prestasi Zohri, Juara Dunia Lari 100 Meter

Baca: Penemuan Mayat Wanita di Tanjungpinang, Kakak Korban Histeris: Tega Sekali Pembunuh Adikku!

Baca: Jagokan Prancis Atau Kroasia Juara Piala Dunia 2018? Inilah Jawaban Presiden Jokowi

Terlihat dua orang petugas keamanan berjaga di pos keamanan yang terletak di pojok dalam sebelah kanan rumah tersebut.

Terlihat empat mobil penyidik KPK terparkir di depan rumah bercat krem tersebut.

Tidak terdengar suara apapun dari dalam rumah.

Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah membenarkan penggeledahan tersebut.

Penggeledahan yang dilakukan sejak pagi tersebut berkaitan dengan kasus dugaan suap terkait proyek PLTU Riau-1.

"Benar, ada penggeledahan di rumah Dirut PLN yang dilakukan sejak pagi ini oleh tim KPK dalam penyidikan kasus suap terkait proyek PLTU Riau-1," kata Febri lewat pesan singkat pada Minggu (15/7/2018).

Rumah Dirut PLN Sofyan Basir di di Jalan Taman Bendungan Hilir II Nomor 3, Jakarta Pusat, Minggu (15/7/2018)
Rumah Dirut PLN Sofyan Basir di di Jalan Taman Bendungan Hilir II Nomor 3, Jakarta Pusat, Minggu (15/7/2018) (Tribunnews.com/ Gita Irawan)

Febri mengatakan penggeledahan tersebut dilakukan guna menemukan bukti terkait perkara dugaan suap tersebut.

"Penggeledahan di lokasi tertentu dilakukan dalam rangka menemukan bukti yang terkait dengan perkara," kata Febri.

Febri berharap agar pihak-pihak terkait bisa bekerja sama dengan KPK dan tidak melakukan upaya-upaya yang menghambat pelaksanaan tugas penyidikan.

"Kami harap pihak-pihak terkait koperatif dan tidak melakukan upaya-upaya yang dapat menghambat pelaksanaan tugas penyidikan ini," kata Febri. (*)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved