Pemkab Karimun Pastikan Jatuhkan Sanksi ke PNS Narkoba, Ini Sanksi Terburuknya

Pemkab Karimun memastikan tidak ada ampun buat PNS terlibat narkoba. Jika proses hukum memvonis penjara di atas 5 tahun, sanksi pecat menunggu!

Pemkab Karimun Pastikan Jatuhkan Sanksi ke PNS Narkoba, Ini Sanksi Terburuknya
video rachta yahya
Bupati Karimun Aunur Rafiq 

TRIBUNBATAM.ID, KARIMUN-Pemkab Karimun memastikan pihaknya bakal menjatuhkan sanksi ke PNS di jajarannya yang terlibat kasus narkoba seperti DI, PNS di Dinas Pariwisita, Seni dan Budaya Kabupaten Karimun.

Bupati Karimun, Aunur Rafiq menjelaskan sanksi terhadap PNS terlibat narkoba akan diberikan secara kepegawaian. Apabila nanti hukumannya di atas lima tahun penjara maka bisa diberhentikan. Tapi jika di bawah lima tahun dilakukan rehabilitasi atau pembinaan.

Baca: Inilah Kisah Rumah Sederhana di Balik Prestasi Zohri, Juara Dunia Lari 100 Meter

Baca: Penemuan Mayat Wanita di Tanjungpinang, Kakak Korban Histeris: Tega Sekali Pembunuh Adikku!

Baca: Lakalantas di Simpang Tiga Kawasan Lobam di Bintan, Dua Pemotor Kondisi Kritis. Begini Kejadiannya!

Baca: Jagokan Prancis Atau Kroasia Juara Piala Dunia 2018? Inilah Jawaban Presiden Jokowi

"Untuk jabatannya, sementara ini tidak diberikan atau non job. Untuk pemberhentian akan ada proses," kata Rafiq, Minggu (15/7/2018).

Ditambahkan Rafiq, bagi PNS yang memiliki jabatan struktural fan terlibat narkoba maka Pemda akan mencopot dari jabatannya. Sementara bagi yang belum memiliki jabatan struktural maka tidak akan ada diberikan jabatan.

"Namun untuk pemberhentian terhadap PNS itu ada aturannya, tidak bisa dilakukan dengan semena-mena," tambahnya.

Rafiq juga sangat menyayangkan adanya ASN yang terjerumus ke dalam lingkaran narkoba. Ia mengingatkan agar seluruh jajarannya menjauhi penyalahgunaan narkoba.

Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Pariwisata Kabupaten Karimun berinisial DI, yang diamankan Satuan Reserse Narkoba Polres Karimun karena diduga terlibat peredaran narkoba terancam terima sanksi berat.

Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun, hingga saat ini masih menunggu proses hukum yang masih berjalan di kepolisian. DI ditangkap Satresnarkoba Polres Karimun di rumahnya kawasan Kelurahan Baran Timur, Minggu (8/7/2018) lalu.

Saat ini kasus De masih ditangani Polres Karimun. Ia dibekuk di rumahnya oleh Tim Opsnal Satnarkoba Polres Karimun. Di kamarnya polisi menemukan sebanyak sembilan paket narkoba jenis sabu. (*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help