OTT SMPN 10 Batam

Ini Reaksi Anggota DPRD Batam Soal Modus Dugaan Pungli di SMPN 10 Batam

Heboh OTT di SMPN 10 Batam masih jadi perhatian warga. Namun diduga praktik pungli saat PPDB tidak hanya tahun ini.

Ini Reaksi Anggota DPRD Batam Soal Modus Dugaan Pungli di SMPN 10 Batam
tribunbatam/endra kaputra
Suasana SMPN 10 Batam saat kedatangan sejumlah petugas Polresta Barelang dan Kepsek, Senin (16/7/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Heboh OTT di SMPN 10 Batam masih jadi perhatian warga. Namun diduga praktik pungli saat PPDB tidak hanya tahun ini.

Pengakuan sumber Tribun, praktik ini telah berlangsung tahun sebelumnya. Modus pihak sekolah dengan memainkan jumlah lokal kelas. Untuk SMPN 10 Sei Panas, Batam seharusnya bisa menampung sebanyak 12 lokal.

Baca: Penerimaan CPNS 2018! Dibanding Tahun Lalu, Inilah Empat Hal Baru Seleksi CPNS Tahun Ini

Baca: Inilah Kisah Mata Hari, Mata-mata Cantik Keturunan Jawa yang Mengguncang Eropa!

Baca: Polresta Barelang Mendadak Batalkan Ekspos Kasus SMPN 10 Batam, Ini Alasan Kapolresta!

Baca: Prabowo-SBY Bakal Bertemu Pekan Ini, Sekjen Demokrat Janjikan Ada Kejutan

Namun ketika seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) mereka mengatakan kuota di sekolah hanya sebanyak 264 siswa dengan rincian 44 orang per kelas. Artinya mereka hanya menyediakan enam lokal saja untuk pembukaan PPDB Secara Online.

Kemudian banyaknya siswa yang mendaftar sampai mencapai angka 500 siswa, barulah pihak sekolah mengajukan ke Disdik untuk penambahan kuota. Tak heran kuota diberikan Disdik dengan alasan agar siswa bisa ditampung di sekolah itu.

Ditambahnya enam lokal lagi oleh pihak sekolah akhirnya bisa menampung sisa siswa yang sebelumnya ditolak Ssstem dengan alasan nilai tidak sesuai standar. Celah inilah yang diduga dimanfaatkan pihak-pihak yang diamankan selepas OTT pekan lalu.

Soal dinas pendidikan, sumber Tribun mengatakan seharusnya mengetahui. Karena mereka yang mengeluarkan ijazah. Udin Sihaloho, anggota DPRD Komisi IV DPRD Kota Batam mengatakan, ini merupakan lagu lama yang terus diputar.

"Saya sangat memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang sudah membongkar borok pendidikan di Kota Batam. Karut-marut PPDB seperti ini membuat resah masyarakat," sebut Udin menerangkan. (*)

Penulis: Eko Setiawan
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help