Tak Ada Dokter, Warga Pulau Laut Natuna Harus Dibaringkan di Atap Perahu ke Kapal Perintis dan RS

Saat menaiki perahu motor, kedua pasien ini dibaringkan di atas atap perahu dan dikelilingi anggota keluarganya.

Tak Ada Dokter, Warga Pulau Laut Natuna Harus Dibaringkan di Atap Perahu ke Kapal Perintis dan RS
tribun batam
Dua warga Pulau Laut, Natuna, yang sakit diangkat di atas atap perahu motor untuk dibawa ke kapal perintis yang menuju ke RS di Ranai, ibukota Natuna, Selasa (17/7/2018). 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG- Hidup di pulau kecil yang jauh dari fasilitas kesehatan yang memadai, memang memberikan tantangan tersendiri.

Kadang-Kadang warga yang sakit begitu kesulitan mendapatkan perawatan kesehatan.

Seperti yang dialami dua warga Kecamatan Pulau Laut, Natuna. Keduanya adalah Pang Yausa (52) dan wanita hamil Novalina Sukmarya (29).

Mereka harus menyeberangi lautan untuk berobat ke RS di Ranai Kabupaten Natuna, Selasa (17/7/2018).

Baca: Cina Bangun Sistem Pertahanan Anti-Pesawat dan Anti-Rudal di Lima Pulau Laut Cina Selatan

Baca: Nurdin Janjikan Ini Saat Ke Pulau Laut, Warga Silakan Mengingatnya

Baca: Warga Pulau Laut Minta Dibangunkan Bandara Mini? Ini Jawaban Cawagub Ansar

Kedua pasien ini diantar masyarakat setempat menggunakan perahu motor yang jaraknya sekitar 15 menit dari pelabuhan rakyat untuk menaiki Kapal Perintis sebagai transportasi utama menuju rumah sakit.

Saat menaiki perahu motor, kedua pasien ini dibaringkan di atas atap perahu dan dikelilingi anggota keluarganya.

Cara ini memang tidak aman karena setiap saat mereka bisa tersapu gelombang. Apalagi saat ini gelombang dan arus laut sedang kuat.

Mereka bisa saja terjatuh kalau tidak dibawa dengan sangat hati-hati.

"Inilah keadaan kami di Pulau Laut. Apabila ada orang sakit, harus kami antar ke kapal supaya bisa berobat ke RS di Ranai, ibukota Natuna", kata Edi, warga Pulau Laut yang ikut mengantar pasien ke kapal.

Baca: Warga Pulau Laut Natuna Minta Bandara ke Ansar Ahmad

Baca: Heboh! Seekor Hanoman Putih Muncul di Pulau Laut Natuna

Camat Pulau Laut Sudirman menambahkan kondisi demikian sudah lama terjadi.

Sebab, Pukesmas yang dimiliki Kecamatan Pulau Laut tidak memadai.

Selain itu, kekurangan dokter dan kekurangan alat kesehatan juga mengharuskan warganya berobat ke RS yang lebih lengkap.

"Kalau sudah sakit tidak bisa ditangani di Pukesmas gara - gara tidak ada dokter dan alat kesehatan tidak lengkap, mau tidak mau kami harus membawa warga berobat ke luar, meski harus menyebrang lautan", kata Sudirman. (*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help