Mayat Mengapung di Tanjungpinang

Forensik Polda Kepri Turun Langsung, Deteksi Bercak Darah Korban di Mobil yang Diamankan Polisi

Polda Kepri mengirimkan dokter forensiknya membantu pengungkapkan kasus penemuan mayat mengapung di Tanjungpinang

Forensik Polda Kepri Turun Langsung, Deteksi Bercak Darah Korban di Mobil yang Diamankan Polisi
tribunbatam/wahib waffa
Suasana dokter forensik Polda Kepri tengah identifikasi di mobil yang diamankan polisi bersama dua orang, Rabu (18/7/2018) 

TRIBUNBATAM.Id, TANJUNGPINANG-Polda Kepri mengirimkan dokter forensiknya membantu pengungkapkan kasus penemuan mayat mengapung di Tanjungpinang.

Iptu Leo, dokter forensik dari Kedokteran Polisi (Dokpol) Polda Kepri turun langsung mengambil sampel barang bukti yang masih tertinggal di mobil putih milik terduga berinisial NS.

"Coba yang itu. Apa itu darah bukan," kata anggota identifikasi Polres Tanjungpinang saat mengecek mobil korban yang telah dipasangi polisi line.

Baca: Ini Kisah Nyata di Lampung! Fenomena Pria Lampung yang Disewa untuk Menjadi Pengantin

Baca: Terungkap! Inilah Artinya Jika Ayam Jago Berkokok Tengah Malam. Ada Penjelasan Soal Berahi

Baca: Motif di Balik Kasus Supartini Mulai Terkuak, Gumpalan di Perut Korban Jadi Petunjuk

Baca: Inilah Kisah Mata Hari, Mata-mata Cantik Keturunan Jawa yang Mengguncang Eropa!

Tak lama Leo menggunakan alat pembersih kuping menggoreskan ke bagian jok dan pintu mobil yang diduga kuat adalah darah.

"Ini darah apa lipstik," kata anggota identifikasi Polres Tanjungpinang. Leo kemudian mengecek bercak merah itu.

Perlahan bercak merah menyerupai darah diambil menggunakan pembersih kuping ke dalam botol kecil. Tak hanya itu petugas juga mengambil sampel rambut milik korban yang tersangkut di bagian pengikat rambut.

Suasana dokter forensik Polda Kepri tengah identifikasi di mobil putih yang diamankan polisi bersama dua orang, Rabu (18/7/2018)
Suasana dokter forensik Polda Kepri tengah identifikasi di mobil yang diamankan polisi bersama dua orang, Rabu (18/7/2018) (tribunbatam/wahib waffa)

Rambut-rambut panjang yang nyangkut di pengikat rambut warna hitam itu diambil satu persatu. Selain rambut korban, beberapa barang bukti di mobil identifikasi juga nampak terlihat.

Seperti kantong plastik dan batu yang digunakan sebagai pemberat menenggelamkan korban.

"Maaf jangan saya yang komentar. Tanya sama Kasatnya ya," kelit Leo.

Seperti diberitakan, sesosok mayat ditemukan di bawah jembatan arah Wacopek Bintan, Minggu (15/7/2018) pagi.

Kondisi mayat tersebut sangat mengenaskan. Wanita berkulit putih itu masih mengenakan celana Jeans baju kaos putih. Kaki dan tangannya terikat dengan tali. Sebagian tubuhnya berada dalam karung.

"Dia dikarungi lalu diikat dengan pemberat," ungkap Ijen, warga di lokasi kejadian.

Beberapa anggota polisi di ruang mayat RSUP Kepri menuturkan, wanita itu mengalami luka sobek di bagian wajah. Pada wajahnya terdapat bekas sayatan barang tajam.

"Perutnya sedang buncit. Diperkirakan sudah dua hari tenggelam," ucap seorang anggota polisi. (*)

Tags
Forensik
Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help