Kota Tua Jakarta Gagal Jadi Warisan Budaya Dunia, Tim Gubernur DKI Pelajari Kesalahannya

Kawasan Kota Tua Jakarta telah gagal menjadi nominasi sebagai warisan dunia UNESCO.

Kota Tua Jakarta Gagal Jadi Warisan Budaya Dunia, Tim Gubernur DKI Pelajari Kesalahannya
KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D
Suasana Kali Besar di Kota Tua, Jakarta Barat, sehari setelah dibuka Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, Sabtu (7/7/2018). 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Kawasan Kota Tua Jakarta telah gagal menjadi nominasi sebagai warisan dunia UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) atau Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) tengah mengkaji kegagalan tersebut.

"Minggu lalu saya minta TGUPP melibatkan SKPD terkait untuk mempelajari hasil UNESCO. Keputusan UNESCO itu tebal, bukan hanya DKI, tapi banyak. Saya minta untuk mempelajari, lalu merekomendasikan ke Gubernur langkah yang harus dilakukan agar Kota Tua laik jadi warisan dunia. Sekarang sedang dipelajari. Kalau sudah, akan dilakukan komitmennya," kata Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (17/7/2018).

Anies menjelaskan, tujuan mempelajari dokumen UNESCO itu untuk mencari tahu kesalahan saat mengajukan permohonan Kota Tua sebagai warisan dunia.

"Saya mau tahu kemarin kita missed-nya di mana, karena kalau ada masalah bisa dijelaskan. Jadi kita perjuangkan," kata dia.

Baca: Malam Ini Final Champions 2018: Kiev, Kota Tua Nan Indah yang Pernah Dihancurkan Pasukan Mongol

Baca: MUSEUM Bahari di Kota Tua Jakarta Terbakar, Ini Barang-Barang yang Ludes dari Saksi Sejarah Ibukota

Baca: Inilah Penampakan Kota Tua Yunani Berusia 3.000 Tahun, Jangan Kaget Ini Misteri Bukitnya!

Ia bercerita pengajuan Kota Tua sebagai warisan dunia dulu disetujui dirinya ketika masih menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Ketika ditanya soal kemungkinan mendaftarkan kembali Kota Tua ke UNESCO, Anies menyebut butuh waktu panjang untuk mengajukan kembali Kota Tua sebagai warisan dunia. Ada juga proses lobi untuk meloloskan itu dalam nominasi.

"Kalau mau mengajukan lagi, itu ada jedanya, tidak bisa langsung berikutnya. Saya dulu (Mendikbud) yang proses, jadi saya tahu sedikit-sedikit. Dan memperjuangkannya itu tak sederhana," kata Anies.

Indonesia sempat mendaftarakan Kota Tua dan beberapa pulau bersejarah di Kepulauan Seribu dalam nominasi pada 2015.

Namun, akhirnya tidak direkomendasikan oleh International Council on Monuments and Sites (ICOMOS).

Dalam laporannya, ICOMOS menjelaskan Indonesia gagal mendemonstrasikan keistimewaan Kota Tua.

Selain itu, disebut soal reklamasi yang berada di antara Kota Tua dengan Pulau Onrust, Pulau Cipir, Pulau Bidadari, dan Pulau Kelor.

Reklamasi jadi salah satu alasan Kota Tua dan empat pulau itu tak direkomendasikan.

(kompas.com/Nibras Nada Nailufar)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "TGUPP Pelajari Gagalnya Kota Tua Jadi Warisan Dunia"

Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved