Kepala Dinas Pendidikan Tanjungpinang Ngeluh Kekurangan Guru SD, Begini Curhatnya

Kepala Dinas Pendidikan Tanjungpinang mengeluhkan kekurangan guru, terutama guru SD. Begini curhatnya ke Pemko Tanjungpinang

Kepala Dinas Pendidikan Tanjungpinang Ngeluh Kekurangan Guru SD, Begini Curhatnya
TRIBUNBATAM/M IKHWAN
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang HZ Dadang AG bersalaman dengan kepala sekolah usai mengisi materi pada sosialisasi UN dan USBN kepada kepala SMP dan MTs se Kota Tanjungpinang di SMPN 6 Tanjungpinang, Rabu (4/1/2017 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG-Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang Dadang AG menjelaskan, saat ini Pemerintah Kota Tanjungpinang kekurangan ratusan orang tenaga pengajar atau guru. Utamanya adalah guru Sekolah Dasar (SD).

Oleh karena itu Dadang berharap ada penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN) guru untuk Kota Tanjungpinang pada tahun ini. Sehingga kekurangan guru tersebut bisa berkurang. Karena beberapa tahun terakhir memang tidak ada pemerimaan guru.

Baca: BREAKINGNEWS: Habis Bunuh Supartini, Pelaku Sempat Melayat ke Rumah Korban

Baca: Kapal Pengangkut Emas Senilai Rp 1.600 Triliun Sengaja Ditenggelamkan Ketemu, Begini Emasnya!

Baca: Inilah Kisah Mata Hari, Mata-mata Cantik Keturunan Jawa yang Mengguncang Eropa!

Baca: Terungkap! Kesaksian Juru Masak: Inilah Makanan Pantangan Pak Harto dan Bu Tien Semasa Hidup

Pihaknya juga tersu melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemerintah Pusat. Kepada Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokerasi (PANRB), Pemko Tanjungpinang juga sudah mengajukan permohonan penerimaan CPNS khusus guru tersebut.

Selain itu, pihaknya juga sudah meminta bantuan penambahan guru honor khusus SD dan SMP kepada Pemerintah Provinsi Kepri. Sehingga setidaknya bisa terbantu memenuhi kekurangan guru.

"Kita minta kalau terima honor tidak SMA saja, namun juga untuk SD dan SMP jadi bisa ditugaskan di Tanjungpinang," katanya berharap, Kamis (19/7/2018).

Dadang menjelaskan kekurangan guru tersebut disebabkan beberapa hal. Di antaranya karena sebagian dari mereka sudah memasuki pensiun. Tahun 2017 saja sekitar 50 orang guru SD pensiun. Kemudian tahun ini juga ada sekitar 50 orang yang pensiun.

Itu merupakan akumulasi pengangkatan saat Inpres. Karena kekurangan guru tersebut pihaknya harus mengatur guru yang ada sedemikian rupa. Sehingga kebutuhan tenaga pengajar bisa terpenuhi. Seperti dengan memberlakukan sekolah dua shift. (*)

Penulis: M Ikhwan
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help