Mayat Mengapung di Tanjungpinang

Pengakuan Tersangka ke Polisi, Pelaku Panik Korban Mengaku Berbadan Dua

Polisi menduga motif di belakang aksi Nasrun membunuh Supartini lantaran panik mendengar pengakuan korban telah berbadan dua

Pengakuan Tersangka ke Polisi, Pelaku Panik Korban Mengaku Berbadan Dua
tribunbatam/wahib waffa
Kapolres dan Kasatreskrim Polres Tanjungpinang saat ekspos kasus Supartini di TKP, Kamis (19/7/2018) 

Sempat Melayat

Setelah menghabisi nyawa korban pada Jumat malam, sempat beberapa hari keluarga korban mencarinya. Tak lama pada hari Minggu pagi dua hari kejadian korban ditemukan di sungai Wacopek. Kabar lewat media pun menyeruak. Pelaku pun sempat datangi rumah korban untuk melayat.

"Ia benar. Pelaku sempat melayat ke rumah korban. Dia mendatangi rumahnya,"katanya.

Kedatangannya sempat disambut keluarga korban. Kedatangannya tidak dicurigai. Karena memang keluarganya tidak begitu mengenal.

Saat itu, pada hari Senin korban setelah diotopsi barulah dimakankan. Seperti diberitakan, sesosok mayat ditemukan mengapung di bawah jembatan arah Wacopek Bintan, Minggu (15/7/2018) pagi.

Kondisi mayat tersebut sangat mengenaskan. Wanita berkulit putih itu masih mengenakan celana Jeans baju kaos putih. Kaki dan tangannya terikat dengan tali. Sebagian tubuhnya berada dalam karung.

"Dia dikarungi lalu diikat dengan pemberat," ungkap Ijen, warga di lokasi kejadian.

Beberapa anggota polisi di ruang mayat RSUP Kepri menuturkan, wanita itu mengalami luka sobek di bagian wajah. Pada wajahnya terdapat bekas sayatan barang tajam. (*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved