2000 Tahun tak Tersentuh, Akhirnya Peti Mati Berumor Mengandung Kutukan Firaun Dibuka

Penemuan peti mati kuno atau sarkofagus ini memicu rumor dalam beberapa waktu terakhir.

2000 Tahun tak Tersentuh, Akhirnya Peti Mati Berumor Mengandung Kutukan Firaun Dibuka
EPA
Para pakar terpaksa memakai penutup hidung karena peti mati mengeluarkan bau yang sangat tajam. 

Begitu tajamnya, seluruh anggota tim angkat kaki dan menjauh dari peti.

Upaya pembukaan peti mati yang kedua dibantu oleh tim dari militer Mesir.

"Yang kami dapatkan adalah tulang belulang tiga orang, ini seperti pemakaman keluarga ... sayangnya mumi yang ada di peti tidak dalam keadaan bagus, jadi yang tersisa adalah tulang belulang," ungkap Mostafa Waziri, sekretaris jenderal dewan yang membidangi benda-benda kuno.

Waziri menepis rumor bahwa peti mengandung kutukan Firaun yang mematikan, seperti yang ramai dibicarakan masyarakat.

"Kami sudah membuka petinya dan ternyata dunia tidak menjadi gelap gulita. Saya orang pertama yang melihat isi sarkofagus dan saya masih bisa berdiri di hadapan Anda ... saya baik-baik saja," kata Waziri saat menjawab pertanyaan media.

Meski demikian, untuk sementara peti ini dikarantina untuk mencegah kemungkinan peti ini mengeluarkan gas berarun yang mematikan kata koran Al-Ahram.

Para pakar mengatakan tulang-tulang di peti mati ini besar kemungkinan adalah tentara yang hidup di zaman Firaun.

Salah satu tengkorak memperlihatkan bekas luka terkena panah.

Sarkofagus memiliki panjang tiga meter dengan tinggi hampir dua meter. Ini adalah sarkofagus terbesar yang ditemukan dalam keadaan utuh.

Beratnya sekitar 27 ton dan diduga berasal dari era 323 sebelum Masehi atau setelah kematian Iskandar Agung.

Para arkeolog sekarang melakukan kajian mendalam untuk menentukan secara pasti kapan pemilik kerangka ini hidup dan bagaimana mereka meninggal dunia. (BBC Indonesia)

Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help