OTT SMPN 10 Batam

Polisi Ungkap 2 Modus Pungli SMPN 10 Batam, Jumlah Korban Lebih 175 Orang

Terkait dugaan praktik Pungli di SMPN 10 Sei Panas, Batam, polisi mengungkap dua modus yang digunakan sekolah tersebut.

Polisi Ungkap 2 Modus Pungli SMPN 10 Batam, Jumlah Korban Lebih 175 Orang
istimewa
Operasi tangkap tangan (OTT) di SMPN 10 Sei Panas, Batam, Sabtu (14/7/2018) malam. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Terkait dugaan praktik pungutan liar (Pungli) di SMPN 10 Sei Panas, Batam, polisi mengungkap dua modus yang digunakan sekolah tersebut.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Hengki memaparkan, kedua modus tersebut ada yang dalam jaringan online (daring), ada pula yang di luar online (luring).

Jumlah tersangka dugaan Pungli PPDB SMPN 10 Sei Panas, Batam, saat ini  lima orang.

"Modusnya itu ada dua. Ada yang di dalam jaringan online (Daring), ada juga yang di luar jaringan online (Luring)," kata Hengki, saat ekspos kasus tersebut di Mapolresta Barelang, Jumat (20/7/2018).

Hengki menambahkan, Pungli ditarik dengan alasan biaya perlengkapan sekolah yang harus dibayarkan calon siswa apabila hendak masuk ke SMPN 10.

Baca: Pengakuan Kepala Sekolah Terkait Kasus Dugaan Pungli PPDB di SMPN 10 Batam

Baca: Janji Ekspos Kasus SMPN 10 Batam Jumat, Kapolresta Ungkap Alasan Sebenarnya Gelar Perkara di Polda

Baca: BREAKINGNEWS: Tim Saber Pungli Polresta Ciduk Kepala SMPN 10 Batam di Kantor Disdik

"Uangnya itu dibayarkan dengan alasan seragam Melayu. Ada juga perlengkapan sekolah lainnya. Index perlengkapan tersebut harusnya 250rb, ini korban Pungli dipungut hingga 2,5 juta dan berbagai nominal lainnya," kata Hengki.

Kapolres menambahkan, para korban tidak terima dengan pungutan yang dilakukan sehingga mereka melaporkan ke Satreskrim Polresta Barelang.

Untuk jumlah korban, ada 175-an orang. Namun tidak semua korban melapor ke polisi.

"Jumlah korban itu ada 175-an calon siswa. Mereka tidak terima sehingga melaporkan ke Satreskrim,"katanya.

Dia mengimbau kepada masyarakat agar melaporkan segera apabila mengetahui pungutan liar yang terjadi.

"Kalau masyarakat tidak terima dan merasa dilakukan pungutan liar, segera melapor ke Satreskrim Polresta Barelang atau langsung ke Kasat Reskrim AKP Andri Kurniawan dengan membawa barang bukti," tegasnya. (*)

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved