Serangan Siber Terburuk Landa Singapore. Data 1,5 Juta Pasien SingHealth Dicuri, Termasuk PM Lee

Singapore dilanda serangan siber terburuk setelah data pribadi 1,5 juta pasien dalam database SingHealth dicuri oleh peretas.

Serangan Siber Terburuk Landa Singapore. Data 1,5 Juta Pasien SingHealth Dicuri, Termasuk PM Lee
The Straits Times/Mark Cheong
Sejumlah menteri Singapore menggelar jumpa pers, Jumat (20/7/2018), terkait serangan siber terburuk melanda negara itu. Data 1,5 juta pasien SingHealth dicuri peretas. 

David Koh, Chief Executive Cyber ​​Security Agency of Singapore mengatakan bahwa "ini adalah serangan siber yang disengaja, ditargetkan dan terencana dengan baik".

"Itu bukan pekerjaan hacker biasa atau geng kriminal," tambahnya.

Akibat serangan itu, semua rencana Smart Nation Singapura, termasuk kontribusi wajib untuk proyek Rekam Kesehatan Elektronik Nasional (NEHR) dihentikan sementara.

NEHR dirancang untuk memudahkan seluruh rumah sakit untuk mengakses rekam medis terhadap pasien dimanapun mereka dirawat.

Iswaran yang juga Menteri-Keamanan Cyber membentuk Komite Penyelidikan (COI) yang dipimpin oleh mantan hakim distrik Richard Magnus.

Hingga saat ini belum diketahui motif pencurian data tersebut dan tidak disebutkan lokasi pelaku yang melakukan serangan siber.

PM Lee melalui halaman Facebooknya mengatakan, data yang dicuri tersebut tidak berkaitan dengan rahasia negara.

Penyelidikan awal menunjukkan bahwa satu workstation front-end SingHealth terinfeksi dengan malware sehingga para peretas mendapatkan akses ke basis data.

SingHealth telah menerapkan pemisahan surfing Internet sementara di semua 28.000 komputer kerja stafnya. Institusi kesehatan publik lainnya akan melakukan hal yang sama.

Aktivitas tersebut terdeteksi pada 4 Juli di salah satu database IT SingHealth.

Halaman
123
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help