OTT KPK

OTT KPK. Demi Fasilitas Bintang 5, Kalapas Sukamiskin Disangu Uang dan Dua Mobil oleh Koruptor

Selain uang, termasuk bermata uang asing, ternyata Wahid Husen mendapatkan dua unit mobil dari para napi demi fasilitas VIP yang mereka dapatkan

OTT KPK. Demi Fasilitas Bintang 5, Kalapas Sukamiskin Disangu Uang dan Dua Mobil oleh Koruptor
Tribunnews
Wakil Ketua KPK Laode M Syarief dan Saut Situmorang 

Keduanya adalah Tubagus Caheri Wardhana, adik mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah serta mantan Bupati Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Fuad Amin.

Keduanya keluar sel dengan modus izin berobat, namun menginap di luar Lapas Sukamiskin, sementara kunci sel mereka bawa.

Empat orang ditetapkan tersangka terkait OTT KPK tersebut adalah Kalapas Sukamiskin Wahid Husen; Fahmi Darmawansyah.

Kemudian PNS Lapas Sukamiskin, Hendri Saputra serta narapidana tahanan kasus pidana umum yang juga orang kepercayaan Fahmi, Andri Rahmat.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarief mengatakan, keduanya menjadi perantara suap.

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang mengatakan, KPK telah meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan terkait dugaan suap di Lapas Sukamiskin ini.

"KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan empat orang sebagai tersangka," ujar Saut.

Izin Berobat yang Sakti

Sebenarnya, modus suap di lingkungan penjara belum ada yang baru, yakni menggunakan izin berobat sebagai modus.

Namun, kasus di Lapas Sukamiskin boleh dikatakan bebal karena baru awal Februari lalu Majalah Tempo mengungkap praktik suap di Lapas tersebut sehingga Lapas Sukamiskin disebut sebagai Lapas Bintang 5.

Halaman
1234
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved