Pemilu 2019

Perannya Dinilai tak Lagi Relevan, Bawaslu Diusulkan Jadi Pengadilan Pemilu

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) diusulkan untuk diubah menjadi Pengadilan Pemilu.

Perannya Dinilai tak Lagi Relevan, Bawaslu Diusulkan Jadi Pengadilan Pemilu
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
Ida Budhiati saat masih menjabat komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat, dalam sebuah acara diskusi di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (26/2/2017). 

TRIBUNBATAM.id, SEMARANG- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) diusulkan untuk diubah menjadi Pengadilan Pemilu.

Sebab, keberadaan Bawaslu yang bertugas mengawasi pelaksanaan pemilu dinilai sudah tidak relevan dengan perkembangan pemilu masa kini.

Dungsi pengawasan kini bisa dialihkan ke masyarakat sipil.

Hal ini disampaikan anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Ida Budhiati, dalam poin kesimpulan naskah disertasi di Program Doktor Universitas Diponegoro Semarang.

Mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI ini pun mengusulkan agar Bawaslu diubah menjadi Pengadilan Pemilu.

"Bawaslu agar ditransformasi menjadi pengadilan pemilu, fungsi pengawasan diserahkan kepada masyarakat sebagai wujud partisipasi," kata Ida, saat ditemui di Semarang, Jumat (20/7/2018) sore.

Dalam disertasi berjudul "Rekontruksi Politik Hukum Penyelenggara Pemilihan Umum di Indonesia", Ida memberi alasan mengapa kewenangan pengawasan yang ada di Bawaslu sudah tidak lagi relevan.

Salah satu contohnya ketika ada larangan mantan narapidana yang mendaftarkan diri sebagai calon anggota legislatif.

Menurut Ida, ketika muncul wacana itu, Bawaslu sudah mempunyai sikap dan pendapat tersendiri.

Kemudian, jika ada pihak yang mengajukan sengketa kemudian dalam sidang di Bawaslu, keputusan akhir dinilai akan sesuai dengan pernyataan awal, di luar sidang Bawaslu.

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help