Pemilu 2019

Perannya Dinilai tak Lagi Relevan, Bawaslu Diusulkan Jadi Pengadilan Pemilu

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) diusulkan untuk diubah menjadi Pengadilan Pemilu.

Perannya Dinilai tak Lagi Relevan, Bawaslu Diusulkan Jadi Pengadilan Pemilu
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
Ida Budhiati saat masih menjabat komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat, dalam sebuah acara diskusi di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (26/2/2017). 

"Keputusan Bawaslu seperti itu apakah mencerminkan keadilan?" ucap Ida.

Baca: 3 Kali Pemilu, Tingkat Partisipasi Pemilih di Kepri Masuk Terendah se-Indonesia

Baca: Mayoritas Cagub Patahana Kalah dalam Pilkada, 15 Provinsi akan Dipimpin Gubernru Baru

Baca: Berstatus Tersangka dan Ditahan KPK, Pria Ini Justru Menang Telak di Pilkada

Salah satu persoalan lain soal pendaftaan calon anggota legislatif melalui sistem online.

Dia mencontohkan jika ada pernyataan anggota Bawaslu yang menyebut pendaftaran melalui sistem online tidak terlalu penting.

Ia menilai, ketika ada pihak yang mengajukan masalah terkait, kemudian diputuskan sesuai pendapat awal, berdasarkan pernyataan yang diucapkan di luar sidang Bawaslu, maka itu dianggap tidak lagi mencerminkan keadilan itu sendiri.

Menurut Ida, semestinya peran KPU dikuatkan sebagai lembaga penyelenggara pemilu.

Sementara, pengawasan yang semula oleh Bawaslu dialihkan kepada masyarakat.

"KPU bisa mengatur lembaga-lembaga masyarakat yang melakukan pengawasan itu. Kalau misalnya ada aduan bisa langsung ke aparat hukum," ujarnya.

Kendati demikian, usulan perubahan kewenangan Bawaslu ke Pengadilan Pemilu butuh perjuangan panjang. Salah satunya, adalah dengan revisi undang-undang terkait.

"Ke depan, revisi undang-undang soal penyelenggara pemilu. Itu tidak bisa dikerjakan sendiri, namun secara bersama-sama," ujar mantan ketua KPU Jawa Tengah ini.

Ida sendiri akan menjalani ujian disertai terbuka pada Sabtu (21/7/2018) ini.

Ia akan diuji langsung oleh Profesor Retno, Profesor Guntur Hamzah, Profesor Aji Samekto, Janedjri M. Gaffar, Hasyim As'ari, Ratna Herawati, hingga Mahfud MD. (kompas.com/Kontributor Semarang, Nazar Nurdin)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bawaslu Diusulkan untuk Diganti Menjadi Pengadilan Pemilu"

Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help