5 Kasus Fasilitas Mewah di Penjara yang Pernah Terungkap Sebelum Kepala LP Sukamiskin Diciduk KPK

Tertangkapnya Kepala LP Sukamiskin, Wahid Husen oleh KPK menambah rangkaian praktik suap di hotel prodeo yang tujuannya untuk membina

5 Kasus Fasilitas Mewah di Penjara yang Pernah Terungkap Sebelum Kepala LP Sukamiskin Diciduk KPK
ilustrasi penjara 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Tertangkapnya Kepala Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Wahid Husen oleh tim KPK menambah rangkaian panjang praktik suap dalam hotel prodeo yang tujuan awalnya untuk membina orang jahat menjadi baik.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif mengungkapkan, tarif untuk mendapatkan fasilitas mewah dalam sel narapidana di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat itu sekitar Rp 200 juta sampai Rp 500 juta.

"Ya, itu salah satu yang sedang kami teliti berapa seseorang itu membayar. Dari informasi awal ada rentangnya, sekitar Rp 200 juta - Rp 500 juta," kata Laode M Syarif.

Baca: Lagi Tren di Kepri, Suami dan Istri Sama-sama Daftar Caleg. Ini Daftarnya!

Baca: Link Live Streaming Indosiar Barito Putera Vs Persib Bandung Liga 1 2018. Kick Off 18.30 WIB

Baca: VIDEO: Ular Raksasa Sepanjang 7 Meter Ditangkap Warga Puuwanggudu Sulawesi Tenggara

Pakar hukum pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar menyatakan, sudah berulangkali kasus suap di dalam lembaga pemasyarakatan terbongkar hingga sangat logis pejabat atasannya sebenarnya sudah mengetahui.

"Mudah-mudahan melalui kasus ini bisa terbongkar seluruh jaringan bisnis 'hotel' di LP yang sudah berkali-kali digerebek dan dibongkar baik oleh wamenkumham zaman Presiden SBY, maupun oleh Budhi Waseso sebagai Kepala BNN yang mengerebek lapas mewah milik para bandar narkoba. Jadi sangat logis jika pejabat atasan seperti dirjenpas dan menteri sebenarnya mengetahui," katanya kepada, Minggu (22/7/2018).

Berikut sejumlah praktik suap di dalam Lapas maupun Rutan yang sebelumnya pernah mencuat:

1 . Artalyta Suryani alias Ayin

Pada Minggu, 10 Januari 2010 malam, anggota Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum yang dipimpin Denny Indrayana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II A Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Di antaranya ke ruang terpidana Ayin dan Limarita alias Aling terpidana seumur hidup dalam kasus narkoba.

Ruangan Ayin berada di Blok Anggrek Nomor 19. Dia tinggal bersama asisten pribadinya, Asmiyati yang merupakan terpidana dua tahun enam bulan penjara.

Halaman
123
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved