KPK Ungkap Tarif Mewah di Lapas Sukamiskin, Segini Tarif dan Imbalannya Mobil Ini

Praktik suap menyuap demi fasilitas mewah di Lapas Sukamiskin ternyata dilakukan terang-terangan. Begini temuan KPK usai tangkap pejebat Lapas

KPK Ungkap Tarif Mewah di Lapas Sukamiskin, Segini Tarif dan Imbalannya Mobil Ini
Tribunnews & Kompas TV
Narapidana kasus korupsi Fahmi Darmawansyah dan Kalapas Sukamiskin Wahid Husen 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA-Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan dari hasil penyidikan sementara diketahui permintaan mobil hingga fasilitas mewah di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat terjadi secara terang-terangan.

"Permintaan mobil, uang dan sejenisnya di Lapas Sukamiskin diduga dilakukan secara gamblang," ujar Febri dalam pesan singkatnya, Minggu (21/7/2018).

Febri melanjutkan penyidik antirasuah bahkan menemukan bukti-bukti permintaan uang dan mobil dilakukan secara terang-terangan tidak menggunakan sandi atau kode-kode terselubung.

Baca: Inilah Fahmi, Keluarga Terpandang dan Suami Inneke yang Terseret Kasus Kalapas Sukamiskin

Baca: Inilah Kisah Mata Hari, Mata-mata Cantik Keturunan Jawa yang Mengguncang Eropa!

Narapidana kasus korupsi Fahmi Darmawansyah dan Kalapas Sukamiskin Wahid Husen
Narapidana kasus korupsi Fahmi Darmawansyah dan Kalapas Sukamiskin Wahid Husen (Tribunnews & Kompas TV)

Baca: Kasus Kalapas Sukamiskin, Inneke Koesherawati Menangis Seusai Diperiksa di Gedung KPK

Baca: Kapal Pengangkut Emas Senilai Rp 1.600 Triliun Sengaja Ditenggelamkan Ketemu, Begini Emasnya!

Diketahui sebelumnya, KPK telah mengungkap tarif kamar berfasilitas mewah di Lapas Sukamiskin dengan biaya Rp 200-500 juta.

Dengan memberikan sejumlah uang sesuai tarif yang ditetapkan, para tahanan bisa memiliki fasilitas mewah yakni pendingin ruangan (AC), dispenser, televisi, kulkas, telepon seluler hingga mendapatkan jam besuk lebih lama dibandingkan narapidana lain.

Di perkara ini, Kapalas Sukamiskin, Wahid diduga menerima suap berupa uang dan dua mobil dalam jabatannya sebagai Kalapas Sukamiskin sejak Maret 2018 berkaitan dengan pemberian fasilitas, izin luar biasa yang seharusnya tidak diberikan kepada napi.

Fahmi Darmawansyah, napi korupsi dikasus ini juga menjadi tersangka karena memberikan suap pada Wahid untuk mendapatkan fasilitas khusus di kamar tahanannya.

Fahmi Darmawansyah dan Inneke Koesherawati
Fahmi Darmawansyah dan Inneke Koesherawati (Tribunnews.com/Herudin)

Bahkan Fahmi yang juga suami Inneke Koesherawati ini juga diberikan kekhususan untuk dapat mudah keluar masuk Lapas Sukamiskin.

Penerimaan itu diduga diperantarai oleh orang dekat Wahid dan Fahmi yakni Andri Rahmat (narapidana tahanan kasus pidana umum yang juga orang kepercayaan Fahmi) dan Hendri Saputra (PNS Lapas sukamiskin).

‎Lebih lanjut soal penerimaan mobil yang diterima Wahid, diungkapkan Febri, KPK telah mengidentifikasi wahid pernah meminta mobil jenis Triton Athlete warna putih bahkan sempat menawarkan agar dibeli di daeler yang sudah ia kenal.

"Namun karena mobil jenis dan warna tersebut tidak ada, akhirnya diganti dengan Triton warna hitam yang kemudian diantar dalam keadaan baru tanpa plat no ke rumah WH (Wahid)," singkat Febri. (*)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help