Polairud Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan TKI Ilegal ke Malaysia di Nongsa

Ditpolairud Polda Kepri menggagalkan pemberangkatan 24 TKI ilegal ke Malaysia di Nongsa. Begini kejadiannya!

Polairud Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan TKI Ilegal ke Malaysia di Nongsa
tribunbatam/efendi wardoyo
Suasana penggagalan keberangkatan TKI ilegal Malaysia di pantai Teluk Mata Ikan, Nongsa 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Sekurangnya 24 orang diduga calon TKI ilegal ke Malaysia digagalkan keberangkatannya di Nongsa, Rabu (18/7/2018). Ditpolairud Polda Kepri selanjuntnya mengamankan mereka guna penyelidikan lebih lanjut.

Penggagalan berawal dari informasi warga ke Ditpolair soal adanya aktivitas mencurigakan di pantai Teluk Mata Ikan, Nongsa.

Direktur Polairud Polda Kepri, Kombes Pol Benyamin Sapta mengatakan, saat penyergapan pihaknya mengamankan juga speedboat tanpa nama bermesin tempel 2x200 PK.

Baca: Simak! Inilah Kumpulan Lengkap Contoh Soal Tes CPNS 2018, Unduh dan Baca Syarat-syaratnya

Baca: Inilah Fahmi, Keluarga Terpandang dan Suami Inneke yang Terseret Kasus Kalapas Sukamiskin

Suasana penggagalan keberangkatan TKI ilegal Malaysia di pantai Teluk Mata Ikan, Nongsa
Suasana penggagalan keberangkatan TKI ilegal Malaysia di pantai Teluk Mata Ikan, Nongsa (tribunbatam/efendi wardoyo)

Baca: Inilah Kisah Mata Hari, Mata-mata Cantik Keturunan Jawa yang Mengguncang Eropa!

Baca: Terungkap! Kesaksian Juru Masak: Inilah Makanan Pantangan Pak Harto dan Bu Tien Semasa Hidup

Sekitar pukul 22.00 WIB, pihanya menyergap di pantai. "Di situ, kita amankan dua calon TKI dan dua ABK sedang isi bahan bakar speedboat," jelasnya, Minggu (22/7/2018). Berbekal informasi di loksi, pihaknya berhasil menemunkan 22 orang lainnya di sebuah gubuk diduga tempat penampungan sementara.

Benyamin menduga, ini bagian sindikat. Karena terorganisasi, termasuk penjemputan calon TKI ilegal ke bandara dan pelabuhan.

"Ini masuk dalam tindak pidana tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 81 jo pasal 69 jo pasal 86 huruf c jo

pasal 72 huruf c Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia jo pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana," jelasnya. (*)

Penulis: Efendi Wardoyo
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved