OTT KPK

Dari Penjara ke Penjara, Mulai Narkoba, Bisnis Video Porno, Surat Sakit Hingga Fasilitas Bintang 5

Kasus OTT KPK di Lapas Sukamiskin, Jumat malam, pekan lalu, kembali menampar wajah Kementerian Hukum dan HAM.

Dari Penjara ke Penjara, Mulai Narkoba, Bisnis Video Porno, Surat Sakit Hingga Fasilitas Bintang 5
Tribun Jabar
Kemewahan napi korupsi yang dibongkar Dirjen PAS saat sidak di Lapas Sukamiskin, dua hari setelah OTT KPK. Integritas pejabat dan petugas Lapas adalah masalah fundamental yang harus dibenahi Kemenkumham 

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Kasus OTT KPK di Lapas Sukamiskin, Jumat malam, pekan lalu, kembali menampar wajah Kementerian Hukum dan HAM.

OTT KPK ini juga menambah daftar panjang berbagai macam "kejahatan tersembunyi" di balik jeruji besi alias penjara.

Dari OTT KPK tersebut, Kepala Lapas Wahid Husein ditetapkan sebagai tersangka karena menerima suap berupa uang ratusan juta rupiah dan dua unit mobil dari napi korupsi, Fahmi Dharmawansyah.

Mirisnya lagi, Wahid Husein baru empat bulan menjabat Kepala Lapas, tetapi sudah bergelimang uang suap.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengaku stres dengan ulah anak buahnya itu karena sejak ia menjabat, sudah lima kali Kalapas Sukamiskin diganti.

Baca: Menkumham Mengaku Stres Atas OTT KPK di Lapas Sukamiskin: Penghuninya Sedikit Tapi Top

Baca: OTT KPK - Wawan dan Fuad Dapat Izin Berobat Tengah Malam, Laode Beri Warning Para Dokter

Baca: OTT KPK - Enaknya Kalapas Sukamiskin. Baru 4 Bulan Menjabat, Dapat 2 Mobil dan Uang Ratusan Juta

Alhasil, jajaran Kemenkumham kemudian langsung melakukan sidak di seluruh Indonesia, termasuk Lapas Sukamiskin yang terletak di Bandung, Jawa Barat tersebut.

Hasilnya, sejumlah fasilitas mewah yang selama ini ada di Lapas itu terbongkar, Minggu (22/7/2018), saat Dirjen PAS melakukan sidak.

Mulai dari kulkas, sound system, AC,  uang dalam jumlah banyak, televisi, dispenser serta peralatan elektronik lainnya dikuras dari Lapas.

Fakta lain yang diungkapkan oleh KPK adalah jual-beli sel oleh oknum petugas dan pejabat Lapas.

Begitu juga "jual-beli" surat sakit yang membuat para napi bisa pelesiran ke luar Lapas.

Halaman
1234
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help