Angka Cerita

Dikenal Tangguh, Inilah Keistimewaan 5 Mata-mata Perempuan Rusia Paling Terkenal Masa Perang

Perempuan-perempuan Rusia dikenal sebagai sosok yang kuat dan tangguh. Mereka dikenal gesit dalam dunia spionase

Dikenal Tangguh, Inilah Keistimewaan 5 Mata-mata Perempuan Rusia Paling Terkenal Masa Perang
via intisarionline/Moh Habib Asyhad
Dari Nadezha Plevistkaya hingga Anna Kamayeva-Filonenko, Inilah Mata-mata Mata-mata Perempuan Rusia Masa Perang 

Namun, target utama Margarita adalah para ilmuwan yang mengerjakan senjata nuklir.

Zoya bahkan berteman baik dengan ‘Bapak Bom Atom’ Robert Oppenheimer, dan pada 1935 diperkenalkan pada Albert Einstein.

Menilai dari surat-surat sang ilmuwan padanya yang penuh gairah, Margarita menjadi cinta terakhirnya.

Ia tak pernah lupa bekerja, dan berhasil merekrut beberapa ahli fisika nuklir AS.

Diketahui pula bahwa berkat permintaannya, Einstein bertemu dengan kepala agen intelijen Soviet di New York.

Pada 1945, keluarga Konenkov dipanggil kembali ke Rusia, dan Margarita hidup lebih lama daripada Einstein dan suaminya yang terkenal. Dia meninggal dunia di Moskwa pada 1980.

4. Yelena Modrzhinskaya

Suatu hari di akhir 1940, pengunjung stasiun kereta apo Warsawa, Polandia melihat seorang perempuan turun dari kereta dan disambut seorang pria di peron dengan membawa bunga.

Lelaki tersebut adalah Duta Besar Rusia Ivan Vasilyev alias Pyotr Gudimovich), dan perempuan tersebut adalah istrinya, Marya.

Itu merupakan pertemuan mereka untuk pertama kalinya.

Peran sang istri dimainkan agen mata-mata Yelena Modrzhinskaya. Tugas utama pasangan “suami-istri” ini adalah mencari tahu rencana Jerman terhadap Uni Soviet.

Pada 22 Juni 1941, keduanya ditahan Gestapo, pasukan khusus Nazi, yang mencurigai mereka.

Interogasi tak menghasilkan apa-apa dan pasangan tersebut, bersama dengan para diplomat lainnya, ditukar dengan diplomat Jerman yang masih berada di Moskwa.

Mereka kemudian kembali ke rumah dengan selamat, dan akhirnya menjadi suami istri di dunia nyata.

5. Anna Kamayeva-Filonenko

Pada musim gugur 1941, sebuah pasukan khusus di bawah Kementerian Dalam Negeri Uni Soviet melakukan latihan sabotase di Moskwa.

Latihan itu dilakukan sebagai antisipasi jika Moskwa sewaktu-waktu diduduki Jerman.

Salah satu peserta latihan adalah Anna Kamayeva yang kala itu berusia 23 tahun. Ia disiapkan untuk misi khusus yang amat sulit yaitu membunuh Adolf Hitler.

Pada akhirnya, Moskwa tak menyerah pada Nazi dan Anna dikirim ke belakang garis pertahanan musuh untuk mempersiapkan aksi sabotase di sana.

Pada Oktober 1944, ia dipindahkan ke Meksiko, dan menyiapkan sebuah operasi untuk membebaskan pembunuh Trotsky, Ramón Mercader, dari penjara.

Namun, operasi tersebut dibatalkan pada saat-saat terakhir.

Setelah perang usai, Anna menikahi seorang agen mata-mata militer Soviet Mikhail Filonenko.

Mereka menghabiskan 12 tahun menyamar di luar negeri bersama-sama, pertama di Cekoslovakia, kemudian di China, dan sejak 1955 di Brasil, tempat mereka mendirikan sebuah jaringan agen mata-mata. (Intisarionline)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved