Ketua KPU Tanjungpinang Tegaskan RT dan RW Daftar Caleg Harus Mundur

Dalam masa perbaikan berkas ini mereka harus menyertakan atau melampirkan surat pernyataan pengunduran diri (dari jabatan

Ketua KPU Tanjungpinang Tegaskan RT dan RW Daftar Caleg Harus Mundur
tribunbatam/munirul ikhwan
Aswin Nasution, Ketua KPU Tanjungpinang 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG-Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjunhpinang Aswin Nasution menegaskan siapapun yang menerima penghasilan dari APBD maupun APBN, wajib mengunduran diri saat mencalonkan diri sebagai anggota legislatif.

Termasuk didalam kategori ini adalah ketua RT dan RW di Kota Tanjungpinang. Karena ketua RT dan RW Tanjungpinang sebagai perangkat pemerintahan paling bawah menerima insentif tetap dari Pemko Tanjungpinang yang anggarannya bersumber dari APBD. Insentif dibagian per triwulan.

Baca: Dikenal Tangguh, Inilah Keistimewaan 5 Mata-mata Perempuan Rusia Paling Terkenal Masa Perang

Baca: Simak! Inilah Kumpulan Lengkap Contoh Soal Tes CPNS 2018, Unduh dan Baca Syarat-syaratnya

Baca: Sempat Hilang Dua Pekan, Nelayan di Bintan Ditemukan Selamat. Begini Kisahnya!

Baca: Terungkap! Kesaksian Juru Masak: Inilah Makanan Pantangan Pak Harto dan Bu Tien Semasa Hidup

"Dalam masa perbaikan berkas ini mereka harus menyertakan atau melampirkan surat pernyataan pengunduran diri (dari jabatan)," katanya, Senin (23/7/2018).

Sedangkan untuk surat pemberhentian dari atasan yang bersangkutan, harus diserahkan ke KPU paling lambat sehari sebelum penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) 20 September mendatang.

Untuk RT dan RW atasan yang dimaksud adalah lurah, karena mereka diangkat dan menerima SK pengangkatan dari lurah masing-masing.

"Kalau terlambat ya akan kita coret. Jadi nanti nomor urutnya kosong. Jadi jangan sampai terlambat. Batas akhir penyerahan SK pemberhentian sehari sebelum DCT pukul 16.00 WIB," katanya.

Menurutnya ketentuan tersebut sudah diatur dalam undang-undang nomor 7 tahun 2018 tentang pemilu. Oleh karena itu, ketentuan tersebut harus diikuti bila ingin lolos dan masuk DCT.

Dari pengamatan sementara, ada belasan perangkat RT dan RW yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif pada Pemilu 2019.

Sebagian dari mereka ada juga yang merupakan bacaleg petahana. Sebagian yang lain adalah pendatang baru.(*)

Penulis: M Ikhwan
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved