Sidang Kasus Sabu Satu Ton di Batam, Jaksa Kejagung Turun Dampingi JPU Kejari Batam

Sidang perdana kasus sabu satu ton dengan terdakwa empat WNA Taiwan disidangkan di PN Batam, Selasa (24/7/2018) agenda dakwaan jaksa

Sidang Kasus Sabu Satu Ton di Batam, Jaksa Kejagung Turun Dampingi JPU Kejari Batam
tribunbatam/leo halawa
Suasana sidang perdana kasus sabu satu ton di PN Batam, Selasa (24/7/2018) 

TRIBUNBATAM.ID, BATAM-Empat terdakwa dalam kasus sabu seberat satu ton hasil penangkapan TNI AL di Batam menjalani sidang perdana di PN Batam, Selasa (24/7/2018) dengan agenda pembacaan dakwaan.

Empat terdakwa semuanya berkewarganegaraan Taiwan, yakni Chen Chung Nan, Chen Chin Tun, Huang Ching An dan Hsieh Lai Fu.

Dalam dakwaannya, jaksa Filapan FD Laia yang sehari-hari Kasipidum Kejari Batam menyatakan terdakwa melanggar pasal Pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Baca: Terungkap! Inilah Senjata Andalan Kopassus Lumpuhkan Pasukan Khusus Amerika: Durian!

Baca: Tolak Pakai Rompi Antipeluru, Begini Perintah Soeharto ke Pengawalnya saat ke Bosnia

Baca: Masjid Ini Berada Ribuan Meter di Dalam Perut Bumi, Begini Penampakannya dan Arsiteknya!

Baca: Simak! Inilah Kumpulan Lengkap Contoh Soal Tes CPNS 2018, Unduh dan Baca Syarat-syaratnya

Sidang dipimpin majelis hakim dengan ketua Candra. Didampingi dua penasihat hukum dan seorang penerjemah, terdakwa mendengarkan dakwaan jaksa.

Selain jaksa Kejari Batam, tim JPU dua di antaranya berasal dari Kejaksaan Agung. Usai memdengarkakan dakwaan, terdakwa Chen Chin Tun cs mengatakan keberatannya dengan menyatakan, kalau mereka ditangkap saat itu bukan di perairan Indonesia.

Suasana sidang perdana kasus sabu satu ton di PN Batam, Selasa (24/7/2018)
Suasana sidang perdana kasus sabu satu ton di PN Batam, Selasa (24/7/2018) (tribunbatam/leo halawa)

"Saya keberatan jika dinyatakan ditangkap di perairan Indonesia. Kami ditangkap di perairan internasional," kata Chen Chin Tun melalui penerjemahnya kepada hakim.

Mendengar keberatan itu, hakim lalu mengizinkan terdakwa berkonsultasi dengan penasihat hukumnya. Setelah berkonsultasi, kepada hakim terdakwa akan memberikan eksepsi di sidang berikutnya.

Seperti diberitakan, keempatnya ditangkap patroli TNI AL dari Lanal Batam pada 7 Februari 2018 di atas kapal MV Sunrise Glory. Di dalam kapal ditemukan muatan berupa sabu seberat 1.000 kilogram. (*)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help