Perang Lawan Narkoba Berlanjut, Duterte: Pegiat Peduli HAM, Saya Lebih Peduli Nyawa Manusia

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan tidak akan mengendurkan perang melawan narkoba di negaranya.

Perang Lawan Narkoba Berlanjut, Duterte: Pegiat Peduli HAM, Saya Lebih Peduli Nyawa Manusia
AFP/ TED ALJIBE
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte 

TRIBUNBATAM.id- Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan tidak akan mengendurkan perang melawan narkoba di negaranya.

Presiden Duterte menggambarkannya sebagai upaya yang 'terus menerus dan tak pandang bulu'.

Dalam pidato kenegaraan di hadapan wakil rakyat, tokoh masyarakat, dan tamu kehormatan dari negara-negara lain, Senin (23/7/2018), Duterte mengecam para pegiat hak asasi manusia (HAM) yang tidak setuju dengan langkahnya tersebut.

"Izinkan saya untuk mengatakannya secara lugas. Perang melawan narkoba belum selesai ... perang melawan obat-obatan terlarang tidak akan dikurangi skalanya. Bahkan, ini akan terus dilanjutkan, ditingkatkan," kata Presiden Duterte.

Perang melawan narkoba yang dilancarkan Duterte sejak 2016 telah menewaskan ribuan orang, banyak di antaranya yang tewas dalam baku tembak dengan polisi.

Baca: MESKI Jadi Presiden Tukang Tembak, Duterte Raih Kepuasan Tertinggi dalam Sejarah Rakyat Filipina

Baca: Aksi Presiden Filipina Duterte Cium Pekerja Migran di Depan Umum Tuai Kecaman. Ini Videonya

Baca: MENGEJUTKAN, Duterte Umumkan Filipina Keluar dari Mahkamah Kriminal Internasional

Diperkirakan perang melawan narkoba ini menewaskan setidaknya 4.354 orang, menurut kantor berita AFP.

Namun organisasi-organisasi HAM meyakini angka korban bisa jadi tiga kali lebih besar.

Warga Manila menggotong seorang tersangka pengedar narkoba yang tewas ditembak. Sejak Presiden Rodrigo Duterte berkuasa akhir Juni lalu, lebih dari 3.000 orang tewas dalam perang melawan narkoba.
Warga Manila menggotong seorang tersangka pengedar narkoba yang tewas ditembak. Sejak Presiden Rodrigo Duterte berkuasa akhir Juni lalu, lebih dari 3.000 orang tewas dalam perang melawan narkoba. (NOEL CELIS / AFP)

Seakan menjawab kritik ini, Duterte dalam pidato kenegaraan menegaskan yang menjadi fokusnya adalah 'menyelamatkan nyawa manusia'.

"Jika Anda semua mengira saya bisa dibujuk untuk tak lagi melanjutkan perang melawan narkoba, karena aksi demonstrasi Anda, karena aksi protes Anda -yang menurut saya salah arah- maka itu keliru," kata Duterte.

"Anda mempedulikan hak asasi manusia, yang saya pedulikan adalah nyawa manusia," imbuhnya.

Meski dikecam masyarakat internasional dan organisasi-organisasi HAM, perang melawan narkoba ini populer di mata rakyat. (BBC Indonesia)

Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help