Penertiban Hunian di Sei Pancur Batam, Warga Ajak Satpol PP Makan Bersama dan Berunding

Warga Sei Pancur berdatangan, Satpol PP hentikan penertiban hunian lalu makan bersama sambil berunding. Kondisi cuaca hujan

Penertiban Hunian di Sei Pancur Batam, Warga Ajak Satpol PP Makan Bersama dan Berunding
tribunbatam/endra kaputra
Aliang, warga yang rumahnya ditertibkan sembab habis menangis saat melihat rumahnya di Sei Pancur, Tanjungpiayu, Rabu (25/7/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Aliang masih sembab matanya. Rumah dia termasuk yang pertama ditertibkan petugas gabungan Satpol PP dan TNI-Polri, Rabu (25/7/2018). Dia menangis meratapi rumahnya yang dibongkar.

Aliang sudah 21 tahun tinggal di situ, dalam kondisi sakit dia berusaha tegar dan berjalan dibantu sebuah tongkat.

"Kenapa langsung bongkar saya punya rumah, padahal tadi malam baru berunding kalau kita punya rumah mau di bereskan," katanya yang sambil berlinang air mata.

Baca: Tolak Pakai Rompi Antipeluru, Begini Perintah Soeharto ke Pengawalnya saat ke Bosnia

Baca: Terungkap! Inilah Senjata Andalan Kopassus Lumpuhkan Pasukan Khusus Amerika: Durian!

Baca: Simak! Inilah Kumpulan Lengkap Contoh Soal Tes CPNS 2018, Unduh dan Baca Syarat-syaratnya

Baca: BREAKINGNEWS: Dugaan Perampokan di Mitra Raya, Polisi Tembak Pelaku di Plafon Rumah

Ia menyebutkan tidak keberatan kalau rumah yang berlokasi di bantaran waduk Sei beduk ini masuk dalam kawasan pengerjaan proyek waduk.

"Saya gak masalah kalau tujuannya biar gak ada banjir lagi. Tapi jangan datang langsung bongkar, ini masih ada barang bisa di pakai lagi," ujarnya.

Dirinya yang tinggal bersama, cucu dan anaknya ini juga sudah mendapatkan surat peringatan atas penertiban tersebut.

"Memang sudah ada surat, cuman karena tadi malam kita rapat bilang masih minta waktu untuk membersihkan rumah dulu, ini langsung bongkar, kita kaget lah," sebutnya dengan nada kesal.

Aliang hanya bisa menangis meratapi rumah yang baru saja direnovasi dua tahun lalu sudah sebagian dihancurkan alat berat.

"Padahal ini bangunan rumah, atap, jendela masih bagus, kan bisa di lepas kita ambil. Udah gini hancur semua lah," sebutnya kembali.

Aliang, warga yang rumahnya ditertibkan sembab habis menangis saat melihat rumahnya, Rabu (25/7/2018)
Aliang, warga yang rumahnya ditertibkan sembab habis menangis saat melihat rumahnya, Rabu (25/7/2018) (tribunbatam/endra kaputra)

Pantaun Tribun, ribuan warga Sei Pancur Kampung Suka damai ramai-ramai datang ke lokasi penertiban untuk meminta petugas menghentikan penggusuran tersebut.

Sempat terjadi ketegangan dan saling dorong antara warga dengan petugas. Atas perundingan yang terjadi. Pukul 10.17 WIB ahkirnya penggusuran di hentikan untuk sementara waktu.

"Baik kita akan lakukan perundingan dengan warga, kita akan hentikan penggusuran ini sampai perundingan mempunyai jawaban," kata Kabid Trantib Satpol, Imam Tohari yang memimpin penertiban

Usai mendengar pernyataan tersebut, warga pun sepakat untuk membubarkan diri, dan melakukan perundingan. Warga pun mengajak seluruh petugas untuk makan bersama.

"Terima kasih Pak Imam. Ayok kita berunding dulu, warga kita sudah masak bersama. Kita makan bersama Pak," ujar salah satu warga yang senang karena mendengar permintaan warga untuk menghentikan dahulu penertiban.

Pantaun tribun, sejumlah petugas tampak berkumpul di kantor lurah Tanjung Piayu, sembari beristirahat. Kondisi cuaca saat ini sedang turun hujan. (*)

Penulis: Endra Kaputra
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help