Perang Dagang ala Trump Bikin Petani AS Menjerit, Pemerintah pun Kucurkan Rp174 Triliun

Salah satu upaya AS untuk mengurangi beban dalam negeri adalah lewat bantuan Rp174 triliun bagi para petani AS.

Perang Dagang ala Trump Bikin Petani AS Menjerit, Pemerintah pun Kucurkan Rp174 Triliun
Forumotion
Pertanian di Amerika Serikat (AS)

TRIBUNBATAM.id, KANSAS CITY- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump serius menggencarkan perang dagang.

Salah satu upaya AS untuk mengurangi beban dalam negeri adalah lewat bantuan 12 miliar dolar AS atau sekitar Rp174 triliun (kurs Rp14.500) bagi para petani AS.

Bantuan itu diumumkan kemarin.

Langkah ini menjadi bantalan politik, terutama di negara bagian rural dan pertanian.

Di negara-negara bagian ini, para petani dan wakil rakyat mengkritik kebijakan perang dagang Trump yang menyulitkan ekspor produk pertanian.

Baca: Soal Ancaman Perang Dagang Donald Trump, Dubes AS: Kami Tingkatkan Ekspor-Impor dengan Indonesia

Baca: Industri Otomotif Indonesia Mulai Ambil Ancang-ancang Antisipasi Perang Dagang

Baca: Dadang Mulya Protes Fotonya Menggendong Bayi Dipakai di Bungkus Rokok, Ia pun Menuntut Ini

Kebijakan Trump makin tertekan menjelang pemilihan kongres pada bulan November.

Dalam pidatonya di Kansas City, Trump menegaskan kebijakan tarif dan berjanji bahwa para petani akan menjadi pihak yang diuntungkan.

"Bersabarlah," kata Trump.

Paket bantuan ini hanya menjadi pendorong sementara selama negosiasi perdagangan AS dan Cina.

"Ini jelas adalah solusi jangka pendek yang memberi waktu bagi Presiden Trump untuk menentukan kebijakan perdagangan jangka panjang," kata Sonny Perdue, Menteri Pertanian AS seperti dikutip Reuters.

Perdue mengatakan, bantuan ini tidak akan didanai lewat Commodity Credit Corporation yang ada di bawah Departemen Pertanian AS sehingga tidak memerlukan persetujuan Kongres.

Commodity Credit Corporation memiliki otoritas yang luas untuk mengucurkan pinjaman dan pembayaran langsung ke petani AS ketika harga jagung, kedelai, gandum dan komoditas pertanian lainnya turun.

Sama seperti kebijakan pemerintah lainnya, rencana ini memicu pro dan kontra.

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help