Perhatian pada Islam, Insinyur Jepang Ini Ciptakan Masjid Bergerak. Ternyata Banyak yang Pesan

Pria ini memiliki perhatiannya sangat khusus kepada kalangan muslim sejak berkenalan dengan negara-negara Timur Tengah, khususnya Qatar.

Perhatian pada Islam, Insinyur Jepang Ini Ciptakan Masjid Bergerak. Ternyata Banyak yang Pesan
Kolase
Yasuharu Inoue, CEO Yasu Project dengan masjid bergerak rancangannya. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang 

TRIBUNBATAM.id, TOKYO -  Agamanya bukan Islam, tetapi perhatiannya terhadap Islam sangat besar.

Namanya Yasuharu Inoue.

Pria ini memiliki perhatiannya sangat khusus kepada kalangan muslim sejak berkenalan dengan negara-negara Timur Tengah, khususnya Qatar.

Negara itu sudah dikunjunginya 50 kali dalam empat tahun terakhir ini.

 "Saya cinta sekali dengan kalangan muslim dan teman saya paling banyak orang Islam di berbagai negara, khususnya di Qatar," papar Yasuharu Inoue, CEO Yasu Project Co.Ltd. khusus kepada Tribunnews.com Rabu ini (25/7/2018).

Dari pergaulannya dengan kawan-kawan muslim, insinyur ini kemudian berpikir untuk membuat masjid yang bisa bergerak.

Hal ini untuk memudahkan kaum muslim salat di tempat-tempat yang tidak ada atau jauh dari masjid, seperti pasar.

Apalagi di Jepang, jumlah masjid sangat sedikit sementara penduduk muslim diperkirakan mencapai 200 ribu orang.

Bersempena tahun 2020 nanti, Jepang akan menjadi tuan rumah Olimpiade, ide Inoue pun mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Jepang.

Halaman
1234
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved