Perhatian pada Islam, Insinyur Jepang Ini Ciptakan Masjid Bergerak. Ternyata Banyak yang Pesan

Pria ini memiliki perhatiannya sangat khusus kepada kalangan muslim sejak berkenalan dengan negara-negara Timur Tengah, khususnya Qatar.

Perhatian pada Islam, Insinyur Jepang Ini Ciptakan Masjid Bergerak. Ternyata Banyak yang Pesan
Kolase
Yasuharu Inoue, CEO Yasu Project dengan masjid bergerak rancangannya. 

"Sebagai negara yang terbuka dan ramah, kami ingin berbagi gagasan 'omotenashi' (keramahan Jepang) dengan orang-orang Muslim," katanya.

"Ide sebenarnya muncul sejak tahun 2014 saat saya berada di Qatar. Lalu mendiskusikan dengan teman-teman di sana. Saya bahkan mendapat dukungan dari CEO Doha Bank, Dr, Raghavan Seetharaman," katanya.

Foto: Richard Susilo

Dari hasil pekerjaaannya selama dua tahun lebih itu, masjid yang dia rancang pun selesai dan diluncurkian 23 Juli lalu di halaman parkir Toyota Stadium, Nagoya, Jepang.

Selain untuk masjid, truk yang karoserinya dikerjakan Oshimajiko di perfektur Yamaguchi ini juga bisa berubah fungsi lain kalau mau.

Misalnya jadi kantin makan bergerak untuk menjual makanan halal, atau bisa juga jadi tempat darurat bagi tim olahraga yang kecelakaan.

Niatnya untuk membuat masjid bergerak, justru menimbulkan minat pihak lain di Jepang.

Sebuah media besar di negara tersebut juga memesan MM tersebut untuk posko para karyawannya kalau meliput sebuah kejadian internasional atau peristiwa tertentu yang membutuhkan banyak kru.

Lalu, berapa biaya pembuatan masjid bergerak tersebut?

Menurutnya, biaya yang dia keluarkan untuk membuat masjid bergerak tersebut sekitar 100 juta yen atau sekitar Rp 13 miliar per unit.

Truk ini sudah ia daftarkan hak ciptanya di 23 negara di dunia sehingga tak bisa diduplikat.

Peluncuran Masque Mobile atau masjid bergerak di Toyota Stadium, Tokyo (AP Photo)
Halaman
1234
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved