Cerita Korban Kebakaran Kampung Belian di Penampungan, Tinggal Bersama 16 KK di Satu Ruko

Sebanyak 80 KK korban kebakaran ditampung di Ruko Central Aladin 2 atau samping perumahan Paragon Hill Batam Center

Cerita Korban Kebakaran Kampung Belian di Penampungan, Tinggal Bersama 16 KK di Satu Ruko
TRIBUNBATAM/LEO HALAWA
Ruko tempat penampungan korban kebakaran Kampung Belian 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Tiga pekan sudah kejadian kebakaran di Kampung Belian yang terjadi Sabtu (14/7/2018) lalu.

Keluh kesah para korban menjadi bagian dari yang tak terpisahkan dari cerita mereka di penggungsian.

Sebanyak 192 Kepala Keluarga (KK) dan 556 jiwa terpaksa tidur di gedung bersama tidak jauh dari lokasi kejadian.

Baca: Di Penampungan Baru, Korban Kebakaran Kampung Belian, Keluhkan Air Bersih dan Nyamuk

Baca: Tujuh Unit Rumah di Taman Eiren Tiban Baru Diterjang Banjir Lumpur Saat Hujan Deras Rabu Kemarin

Baca: 5 Fakta Polwan Ditemukan Gantung Diri di Sagulung Batam. Tinggalkan 2 Anak yang Masih SD

Kini, sejak enam hari lalu, atau sejak 21 Juli 2018 para korban dipindahkan.

Sebanyak 80 KK korban kebakaran ditampung di Ruko Central Aladin 2 atau samping perumahan Paragon Hill Batam Center.

Sisanya ada yang memilih kos, kontrak di Batu Aji, dan numpang di rumah sanak saudara.

Dari 80 KK yang menghuni Ruko Central Aladin 2 saat ini, mereka menceritakan keluh kesahnya.

Mulai dari air bersih tidak mengalir dari ATB, nyamuk dan lainnya. '

"Kalau kebutuhan makan masih ada. Kan lumayan banyak bantuan minggu lalu selepas kejadian. Cuman masalah air dan banyak nyamuk," kata Tin, salah satu pengungsi.

Tin juga mengeluhkan soal kondisi di ruko. Yang biasanya tidur nyaman, kini harus dihadapkan dengan keluarga baru karena dalam satu ruko ada 16 KK.

"Bayangkan tanpa AC dan panasnya. Tapi kami patut bersyukur masih diberi tempat di sini sama pak Walikota," ujarnya.

Masih menunggu tiga bulan ke depan, baru pemko memutuskan nasib para korban. Atau sekitar Oktober nanti.

"Kami berharap diberikan hunian layak selepas ini. Benar-benar capek sudah,'' kata Sinta korban lain.

Para korban mengeluhkan juga soal tabung gas 3 kg. Belasan tabung gas yang dikhususkan untuk keluarga miskin sudah tinggal rongsokan.

"Kami jual diharga Rp 17 ribu," kata warga.(leo)

Penulis: Leo Halawa
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help