Proyek Waduk Kawal Telan Rp 84 Miliar, Bakal Suplai Air Bersih Tanjungpinang-Bintan

Berdasarkan gambaran dari pihak pekerja, waduk Kawal disebutkan bisa menampung air sebanyak 11 juta liter per kubik

Proyek Waduk Kawal Telan Rp 84 Miliar, Bakal Suplai Air Bersih Tanjungpinang-Bintan
tribunbatam/aminnudin
Kondisi pengerjaan waduk kawal, Kamis (26/7/2018) 

TRIBUNBINTAN.COM, BINTAN-Suara excavator terdengar nyaring di tengah rapatnya pepohonan sawit, Kamis (26/7/2018) siang. Beberapa batang kelapa sawit yang sudah roboh tergeletak begitu saja usai tercerabut dari lahannya.

Ada dua unit excavator terlihat mengeruk lahan di lokasi. Seorang operator mengatakan, pihaknya tengah melakukan pemerataan lahan. Di depannya ada aliran kecil sungai yang membelah kawasan.

Itulah gambaran suasana pengerjaan proyek pembangunan Embung Air Bakau DAS Kawal di Kecamatan Gunung Kijang. Proyek tersebut berada di antara pepohonan sawit di daerah Malang Rapat. Tak jauh juga lokasinya dari Desa Toapaya Utara.

Baca: Terungkap! Kesaksian Pengawal, Inilah Alasan Sebenarnya Soeharto ke Bosnia Tanpa Rompi Antipeluru

Baca: Sang Pacar Tidak Tahu EN Hamil, Ngaku Sempat Cium Bau Busuk di Kasur Kosan

Baca: Terungkap! Inilah Senjata Andalan Kopassus Lumpuhkan Pasukan Khusus Amerika: Durian!

Baca: Inilah Kisah Mata Hari, Mata-mata Cantik Keturunan Jawa yang Mengguncang Eropa!

Proyek Embung Air Bakau Das Kawal dicanangkan sejak enam tahun lalu. Terhitung sejak 2014. Pada 2015, ketika Gubernur Kepri HM Sani (alm) berkunjung ke Waduk Gesek di Kelurahan Toapaya Asri, disebutkan pada 2016 waduk tersebut akan digesa.

Tapi, kemudian penggesahan proyek tersebut baru terealisasi pada Agustus 2017. Pada November 2017 lalu, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV juga menyatakan, 2018, waduk kawal dipastikan rampung. Bagaimana progresnya di lapangan?

Berdasarkan amatan dan wawancara langsung dengan beberapa pelaksana proyek, apa yang terjadi saat ini baru setengah pengerjaan.

"Tender proyek ini baru terjadi 2017. Kalau tak salah, 21 September 2017 baru kita tanda tangan kontrak, dan 2018 ini baru setengah jalan," kata Rudi, pekerja kintraktor PT Taruna Putra Pertiwi.

Dia memperlihatkan aktifitas di lokasi. Ada sejumlah pengerjaan fisik aliran air. Di tengah tengah kawasan, ada bendungan dalam kondisi setengah jadi. Suasana di dalam cukup ramai aktifitas. "Siang malam truk keluar masuk,"kata Uni, warga sekitar.

Uni mengatakan, pihaknya senang sekali akan ada waduk terbesar di sekitar tempat dia tinggal.

Kondisi pengerjaan waduk kawal, Kamis (26/7/2018)
Kondisi pengerjaan waduk kawal, Kamis (26/7/2018) (tribunbatam/aminnudin)

Di bagian lain dekat pintu masuk, ada endaraan truk lori keluar masuk kawasan membawa material.

Halaman
12
Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help