Angka Cerita

Inilah 7 Lapas dengan Jumlah Napi dan Tahanan Terbanyak di Indonesia, LP Cipinang Juaranya

Inilah tujuh Lapas dengan jumlah napi dan tahanan melebihi kapasitas dan terbanyak di Indonesia

Inilah 7 Lapas dengan Jumlah Napi dan Tahanan Terbanyak di Indonesia, LP Cipinang Juaranya
TRIBUNNEWS
Ilustrasi Lapas Cipinang, Jakarta 

TRIBUNBATAM.ID-Persoalan over capacity atau kapasitas melebihi batas menjadi masalah serius dalam pengelolaan lembaga pemasyarakatan ( lapas) di Indonesia.

Sebagian lapas menampung tahanan dan narapidana dalam jumlah yang tak sesuai kapasitas. Lapas mana saja di Indonesia yang memiliki tahanan dan narapidana terbanyak di Indonesia?

Berikut dirangkum Kompas.com dari situsweb smslap.ditjenpas.go.id.

Baca: Ditangkap KPK, Bupati Lampung Selatan Miliki Harta Rp 13,3 M. Ini Koleksi Hartanya

Baca: Inilah Kisah Mata Hari, Mata-mata Cantik Keturunan Jawa yang Mengguncang Eropa!

Baca: Di Batam Bayi Dibuang di Tempat Sampah, Di Riau Janin Disembunyikan Dalam Jok Motor

Baca: Inilah 3 Cara Unik Pengadilan Buru Pengemplang Utang. Iklan di Bioskop hingga Pajang di Baliho

1. Lapas Kelas I Cipinang
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang terletak di Cipinang Muara, Jatinegara, Jakarta Timur, dibangun pada 1912 oleh Pemerintah Belanda untuk memenjarakan kelompok bumi putera.

Lapas ini masuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta. Pada 1964, LP Cipinang menjadi menjadi Lembaga Pemasyarakatan lokal.

Adapun, labelnya sebagai Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas I Cipinang baru disematkan pada 1985. Wakil Presiden pertama RI Mohammad Hatta dan penulis Pramoedya Ananta Toer pernah pernah dipenjara di Cipinang.

Aktivis kemerdekaan Timor Timur Xanana Gusmao juga pernah dipenjara di sini. Lapas Cipinang didirikan di atas tanah seluas 98.200 meter persegi dengan luas bangunan 19.282 meter persegi.

Pada Juli 2018, Lapas Kelas I Cipinang tercatat mempunyai tahanan dan narapidana 3.646 orang. Sementara, kapasitasnya hanya 880 orang.

2. Lapas Kelas I Medan
Kapasitas: 1.054 orang Jumlah tahanan dan narapidana pada Juli 2018: 3.282 orang

Lapas ini terletak di Jl Pemasyarakatan Tanjung Gusta, Medan. Lapas Kelas I Medan termasuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara.

Kapasitas tahanan dan narapidana di Lapas Kelas I Medan 1.054 orang. Sementara, jumlah narapidana dan tahanan yang menghuni lapas ini pada Juli 2018 tercatat 3.282.

3. Lapas Kelas 1 Tangerang
Kapasitas: 600 orang Jumlah tahanan dan narapidana pada Juli 2018: 2.826 orang

Lapas ini terletak di Jalan Veteran No.2, RT.03 / RW.11, Babakan, Tangerang, Babakan, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Banten.
Lembaga Pemasyarakatan ini termasuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Banten.

4. Lapas Kelas II A Banjarmasin
Kapasitas: 366 orang Jumlah tahanan dan narapidana pada Juli 2018: 2.810 orang

Lapas ini terletak di Pelambuan, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dibangun pada 1947 di atas tanah seluas 41.334 meter persegi.

Lapas Kelas II A Banjarmasin termasuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan. Berbagai keterampilan diberikan kepada narapidana sebagai bekal jika sudah bebas kembali ke masyarakat.

5. Lapas Kelas I Malang
Kapasitas: 936 orang Jumlah tahanan dan narapidana: 2.801 orang.

Lapas Kelas 1 Malang terletak di di Jalan Asahan No. 07, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, masuk dalam Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur.

Penjara ini dibangun pada 1912, masa penjajahan Belanda. Lapas Kelas I Malang dibangun di atas tanah 50.110 meter persegi, dengan luas bangunan kurang lebih 14.679 meter persegi.

Pada masa pendudukan Jepang, lapas ini digunakan untuk menampung pejuang-pejuang yang melakukan aksi pemberontakan terhadap penjajah.

Pada Agresi Militer 1947, lapas ini dibumihanguskan sehingga Belanda tidak bisa menggunakan lapas tersebut. Penjara ini telah mengalami pergantian tiga masa, yakni masa penjajahan Belanda, Jepang, dan masa kemerdekaan.

Saat penjajahan Jepang, Lapas Kelas I Malang digunakan sebagai tempat menginterogasi para pejuang kemerdekaan. Ketika Belanda memasuki Malang, Lapas ini pernah dibakar oleh pejuang kemerdekaan hingga hanya menyisakan tembok penyekatnya.

Hingga saat ini, Lapas Kelas I Malang masih berfungsi sebagai penjara meski lokasinya dekat dengan perumahan penduduk. Penjara ini memiliki 22 blok dengan jumlah 211 kamar.

6. Lapas Kelas I Surabaya
Kapasitas: 1.038 Jumlah tahanan dan narapidana pada Juli 2018: 2.498 orang

Lapas Kelas I Surabaya terletak di Desa Macan Mati, kecamatan Kebon Angung Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Berdiri diatas tanah seluas 2.784 meter persegi dan memiliki luas bangunan 900 meter persegi.

Lembaga Pemasyarakatan ini termasuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur.

7. Lapas Kelas II A Labuhan Ruku
Kapasitas: 300 orang Jumlah tahanan dan narapidana pada Juli 2018: 2.201 orang

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II Labuhan Ruku terletak di Desa Pahang Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Lapas ini termasuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara.

Lapas II A Labuhan Ruku dibangun pada masa kolonial Belanda di Jalan Puskesmas Labuhan Ruku. Seiring perkembangannya, pada 1979, akhirnya pindah ke tempat yang baru di Desa Pahang, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara.

Perpindahan lapas ini karena situasi yang tidak memungkinkan dan tidak layak digunakan untuk tempat pembinaan narapidana. (*)

Tags
Lapas
Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved