Inilah Wujud Rumah Mewah Inneke yang Digeledah KPK, Hanya Berjarak 1,3 KM dari Lapas Sukamiskin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disebut telah menggeledah rumah yang ditempati oleh Inneke Koesherawati

Inilah Wujud Rumah Mewah Inneke yang Digeledah KPK, Hanya Berjarak 1,3 KM dari Lapas Sukamiskin
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Rumah mewah yang ditempati Inneke Koesherawati, istri terpidana kasus suap di Bakamla, Fahmi Darmwansyah, di dekat Lapas Sukamiskin, sempat digeledah KPK, Rabu (25/7/2018) 

Surahman mengatakan selain petugas yang berjaga, pemilik gedung tidak mengizinkan siapa pun 'melangkah' ke area Menara Saidah.

Burung-burung walet tampak berterbangan di sekitar Menara Saidah.

Bangunan tersebut bernuansa Romawi dengan patung-patung khasnya.

Bagian lobi menara itu juga dihiasi pilar-pilar tinggi dan besar.

Pilar tersebut dicat hijau, namun kini sudah luntur dan kusam sama seperti dinding luar menara.

Sebagian kaca tampak pecah dan sudah kusam.

Djarot Saiful Hidayat yang saat itu menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta mengatakan menara tersebut sudah menjadi 'rumah hantu' karena lama tak difungsikan.

"Tapi lama enggak dimanfaatkan, akhirnya jadi rumah hantu. Kalau masalah gedung seperti itu, bisa kami manfaatin, selama belum inkracht (keputusan tetap)," ujar Djarot.

Djarot mengatakan kepemilikan Menara Saidah bersengketa.

Ia juga menyebut mendapat informasi bahwa menara tersebut miring.

"(Menara) Saidah itu sudah sengketa ramai dan katanya (gedungnya) miring."

Djarot menjelaskan, Menara Saidah sudah lama tidak dimanfaatkan, padahal berdasarkan informasi Dinas Penataan Kota, konstruksi Menara Saidah dalam keadaan baik.

Gedung yang dulunya megah itu memiliki sejarah panjang.

Melansir dari Nakita, Menara Saidah mulai dibangun pada 1995 dan rampung pada 1998.

Awalnya menara tersebut bernama Gedung Gracindo.

Mengutip dari berbagai sumber, pemilik pertama gedung tersebut adalah PT Mustika Ratu atas nama Mulyati Sudibyo.

Gedung tersebut awalnya memiliki 18 lantai.

Kemudian, menara dilelang pada 1995 dan dimenangkan oleh Keluarga Saidah.

Kepemilikan jatuh ke Fajri Setiawan, anak kelima Nyonya Saidah.

Gedung Gracindo berubah nama menjadi Menara Saidah dan drenovasi besar-besaran, seperti penambahan jumlah lantai menjadi 28.

Setelah Fajri Setiawan meninggal, kepemilikan gedung jatuh ke anak bungsu Nyonya Saidah, yakni Fahmi Darmawansyah.

Saat ini, Fahmi Darmawansyah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan suap fasilitas 'wah' di dalam sel Lapas Sukamiskin.

Suami Inneke Koesherawati itu dijebloskan ke Lapas Sukamiskin lantaran menyuap pejabat Badan Keamanan Laut (Bakamla). (*)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved