Pemilu 2019

Kalau Tidak Terganjal UU, Jusuf Kalla Yakin akan Dipilih Jokowi untuk Cawapres Lagi

Jika tidak terganjal undang-undang, Wakil Presiden Jusuf Kalla yakin masih akan dipilih Jokowi jadi Cawapresnya lagi untuk Pilpres 2019 mendatang.

Kalau Tidak Terganjal UU, Jusuf Kalla Yakin akan Dipilih Jokowi untuk Cawapres Lagi
KOMPAS.com/ MOH NADLIR
Presiden RI Joko Widodo bersama dengan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla usai jamuan makan siang di kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Selasa (6/2/2018) 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA- Jika tidak terganjal undang-undang, Wakil Presiden Jusuf Kalla yakin masih akan dipilih Jokowi jadi Cawapresnya lagi untuk Pilpres 2019 mendatang.

Rasa optimistis itu disampaikan Jusuf Kalla dalam wawancara khusus dengan Rosiana Silalahi dalam program "Rosi" di Kompas TV, Kamis (27/7/2018) malam.

"Ya secara teoritis, iya (optimistis dipilih kembali)," ujar Kalla.

Kalla diketahui menjabat sebagai wakil presiden selama dua periode, yakni periode 2004-2009 dan 2014-2019.

Saat ini, Kalla mengajukan diri menjadi pihak terkait dalam uji materi Pasal 169 huruf N Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang diajukan oleh Partai Perindo.

Pasal itu mengatur tentang masa jabatan presiden dan wakil presiden yang tidak boleh melebihi dua periode.

Kalla ingin meminta penjelasan MK apakah pasal itu dapat ditafsirkan bahwa seorang bisa menjadi capres dan cawapres meskipun sudah pernah menjabat dua periode jabatan yang sama, dan bukan dalam waktu berturut-turut.

Baca: Jusuf Kalla Bakal Dampingi Kembali Jokowi di Pilpres 2019? Ini Jawabannya

Baca: Banyak Kepala Daerah Terciduk KPK Bikin Wapres Jusuf Kalla Sedih

Baca: Jusuf Kalla Tolak Tawaran Demokrat Duet Bareng AHY di Pilpres 2019, Ini Alasannya

Keyakinan Kalla dipilih kembali menjadi cawapres Jokowi tentunya didasarkan kepada alasan mendasar.

"Yang seperti saya katakan tadi, memang sebelumnya kan sudah banyak pembicaraan-pembicaraan (dengan Jokowi) di awal," ujar Kalla.

Artinya, Jokowi menyetujui langkah Kalla itu.

Selain Jokowi, manuver politiknya ini juga atas dasar dorongan dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Kalla berpendapat, dirinya dan Jokowi memang sudah 'klop' dalam pemerintahan.

Duetnya dengan Jokowi dinilai pas untuk menjalankan roda pemerintahan dengan baik dan benar sehingga kolaborasi kepemimpinan keduanya harus dilanjutkan satu periode lagi.

"Ya tentu kadang-kadang ada subyektivitas diri saya sendiri, kan. Karena berdasarkan pengalaman dan kerja sama selama ini," ujar Kalla.

Ia pun mengakui, langkahnya ini tidak begitu disenangi partai politik koalisi pendukung Jokowi pada Pilpres 2019.

Namun, Kalla menilai, hal itu adalah hal yang wajar.

Sebab, partai politik koalisi pendukung Jokowi pada Pilpres 2019 mengajukan kadernya sebagai cawapres pendamping Jokowi.

"Ya seperti Anda tahu juga memang, saya menghormati, teman-teman ketua umum partai juga banyak yang mengusulkan cawapres. Jadi tentu (saya) jadi saingan baru, walaupun saya terus terang saya tidak ingin bersaing dengan adik-adik saya. Tetapi melihat dukungan dan dorongan ke depan agar (saya) tetap menjadi satu pasangan (dengan Jokowi), ya itulah yang terjadi," ujar Kalla. (kompas.com/Fabian Januarius Kuwado)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jika Diperbolehkan UU, Kalla Yakin Digaet Lagi Jadi Cawapres Jokowi"

Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help