KRI Yos Sudarso Milik TNI Angkatan Laut Amankan Kapal Tanker Bermuatan Solar

KRI Yos Sudarso milik TNI Angkayan Laut mengamankan kapal Tanker dengan bobot 1.914 GT dengan bermuatan minyak solar

KRI Yos Sudarso Milik TNI Angkatan Laut Amankan Kapal Tanker Bermuatan Solar
TRIBUNBATAM/EKO SETIAWAN
Panglima Koarmada I Laksamana Muda (Laksda) TNI Yudo Margono dalam Ekspose Perkara 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - KRI Yos Sudarso milik TNI Angkayan Laut mengamankan kapal Tanker dengan bobot 1.914 GT dengan bermuatan minyak solar sebanyak 2.500 ton di perairan Natuna, Kamis (26/7/2018) lalu.

Panglima Koarmada I Laksamana Muda (Laksda) TNI Yudo Margono dalam Ekspose Perkara yang di gelar di Lanal Batam mengatakan, Tim Patroli ketika itu curiga dengan kapal yang berbendera asing masuk ke dalam perairan Indonesia.

Kemudian saat hendak keluar perairan, petugas yang berpatroli langsung menangkap mereka.

Baca: Film 22 Menit Mulai Tayang di Batam. Di Film Ini, Tito Karnavian Kena Tilang karena Tak Pakai Helm

Baca: Event Honda Kepri Mall, Konsumen Dijamu dengan Durian. Berani Test Drive Bisa Ikut Undian Berhadiah

Baca: Putus Mata Rantai Penyelundupan Narkoba Jadi Alasan BP Batam Jalin Kerjasama dengan BNN RI

"Kapal berbendera Cook Island dan masuk ke wilayah Natuna. Mereka masuk keperairan kita tanpa Izin dan akhirnya kita amankan," sebut Yudo, Jumat (27/5/2018) siang.

Dikayakam Yudo, dalam kapal tersebut setidaknya ada 18 ABK dari berbagai negara. Ada yang dari Jepang, China dan Myanmar.

Dari pengakuan mereka kapal Tersebut berangkay ke Singapura dan membawa 2.500 ton solar untuk dibawa ke wilayah Arab, namun setelah didesak ternyata kapal tersebut mau berlayar ke wilayah Taiwan.

"Dari surat dan pengakuanya berbeda. Katanya mau ke wilayah Arab tetapi mereka malah berlayar ke Taiwan. Bahkan mereka juga akan ke Papua Nugini. Ini sangat jauh melenceng. Makanya kita masih melakukan pemeriksaan," kata Yudo.

Saat ini kapal tersebut dititipkan di Lanal Ranai. Sejauh ini petugas masih melakukan pemeriksaan kepada setiap ABK Kapal yang diamankan dalam peristiwa tersebut.

Baca: Tim WFQR Amankan Kapal Berbendera Djibouti Tanpa Dokumen, ABK Warga Myanmar

Baca: Chiyo Miyako, Manusia Tertua di Dunia yang Terkenal Cerewet Ini Wafat di Usia 117 Tahun

Baca: Kontingen Pesperawi Kepri Targetkan Emas, Mereka Juga Bawa Batik Gonggong dan Kuliner Melayu

Kendati mempunyai surat jalan untuk kapal ini, namun para ABK tidak bisa menunjukan surat dokumen untuk masuk ke wilayah Indonesia

Memang perairan Indonesia, menurut Yudo rawan akan penyelundupan, apalagi wilayah Kepri masuk dalam wilayah perbatasan.

"Memang prirotas kita seluruh Wilayah Indonesia yang masuk dalam perbatasan dengan negara lain. Karena itu sangat rawan. Untuk kasus ini kita akan terus kita lanjutkan. Karena baru ditangkap semalam tentunya butuh proses lagi," tegasnya.(koe)

Penulis: Eko Setiawan
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help