Unik, Jumiko Rangkai Daun Menjadi Kain Bermotif Natural nan Cantik

Tidak ingin menuai sukses sendiri, Jumiko mulai menularkan ketrampilannya kepada ibu rumah tangga disekitar tempat tinggalnya.

Unik, Jumiko Rangkai Daun Menjadi Kain Bermotif Natural nan Cantik
kontan
kain motif daun 

Sekedar info, usaha ini dimulainya pada tahun 2017 lalu. Saat itu dia berguru kepada trainer eco print dari Yogyakarta.

Masih penasaran, ibu satu anak ini terus melakukan percobaan dan pengembangan keahlian.

"Ini seperti misteri karena siapapun tidak akan tahu warna apa yang akan dikeluarkan meski sudah menggunakan ukuran yang tepat," katanya.

Sampai sekarang, perempuan berambut panjang ini memproduksi sendiri seluruh kainnya.

Sebab, untuk membuat motif  yang indah butuh seni dan ketulusan saat penggarapannya.

Alhasil, jika ada orang lain yang membuat, hasil akhirnya akan terlihat berbeda dan karakter kainnya tidak terlihat.

Dalam sehari, dia bisa memproduksi sekitar 30 lembar kain. Jumiko menggunakan daun-daun bergetah keras seperti jati, ekaliptus, dan lanang yang dikumpulkannya di hutan-hutan Bogor, Jawa Barat.

Tidak ingin menuai sukses sendiri, Jumiko mulai menularkan ketrampilannya kepada ibu rumah tangga disekitar tempat tinggalnya.

Beberapa diantaranya pun ada yang menjadi produsen hijab eco print yang cukup laris manis dipasaran.

Menurutnya dengan banyaknya pemain maka eco print akan lebih mudah dikenal masyarakat.

Masalah persaingan, dia tidak mau ambil pusing karena setiap produsen mempunyai karakter yang berbeda-beda.

Kedepan, Jumiko berharap dapat menularkan teknik eco print kepada warga binaan lembaga pemasyarakatan (lapas) di Bogor, Jawa Barat.

Tujuannya, bisa menjadi bekal ketrampilan para penghuni lapas saat mereka bebas dari hukuman.  (kontan)

Editor: Sri Murni
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help