Dwi Ria Latifa dan Nuryanto Kritisi Polisi Terkait Aksi di Halaman Masjid Raya Batam. Ini Katanya

"Harusnya pihak kepolsian paham ada aksi di masjid itu tidak boleh apalagi slogannya ganti presiden," kata Dwi Ria Latifa

Dwi Ria Latifa dan Nuryanto Kritisi Polisi Terkait Aksi di Halaman Masjid Raya Batam. Ini Katanya
TRIBUNBATAM/ENDRA KAPUTRA
Anggota DPR RI Dapil Kepri, Dwi Ria Latifa dan Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Anggota DPR RI Dapil Kepri, Dwi Ria Latifa Dapil Kepri dan Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto, menyayangkan aksi untuk deklarasi ganti presiden berlangsung di tempat ibadah.

Keduanya mengkritisi pihak kepolisian, yang menurut mereka, membiarkan aksi tersebut berlangsung di tempat ibadah.

"Harusnya pihak kepolsian paham ada aksi di masjid itu tidak boleh apalagi slogannya ganti presiden," kata Dwi Ria Latifa, Minggu (29/7/2018).

Baca: Klasemen Liga 1 2018 Pekan 18 Setelah Bali United Menang di Markas PSMS Medan

Baca: Jokowi Bagi-bagi Baju & Jaket di Makassar: Siapa Tadi yang Bilang I Love You? Ini Saya Kasih Jaket

Baca: Siapa Calon Wakil Presiden Jokowi? Sekjen PDIP: Rencananya Diumumkan Antara 8 atau 10 Agustus

Menurut Dwi Ria, kegiatan itu bisa menimbulkan kegaduhan antar warga Kepri, khususnya di Batam.

"Polisi seharusnya tegas. Ada caranya ganti presiden, dan ada aturan yang mengatur," katanya.

Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto mengatakan, tidak sangat elok jika berpolitik menggunakan tempat ibadah.

"Negara kita demokrasi , silahkan berpolitik tapi jangan di tempat ibadah," ujarnya.

Baca: BP Batam Raih Penghargaan di Acara Case Based Capacity Development

Karena itu, ia minta Kapolda Kepri, dan Kapolresta Barelang Batam bertanggung jawab atas kegiatan tersebut.

"Pihak Kapolda, dan Kapolres harus bertanggungjawab. Kami akan minta penjelasan dari mereka. Aparat penegak hukum harus menyikapi dengan tegas," katanya.

Ia juga menyampaikan, warga Batam jangan mudah terpengaruh pihak-pihak luar yang ingin membuat kegaduhan di Batam.

Ia juga menyayangkan, kesepakatan yang sudah jelas-jelas didengar dan dibacakan langsung Kapolresta batalnya kegiatan tersebut.

"Kesepakatan semalam sudah jelas, kan saya di samping Kapolres. Kapolres sudah bilang tidak ada kegiatan deklarasi, tetapi malah dibuat di masjid. Ini apa coba," katanya.

Pantauan Tribun, sampai pukul 12.00 WIB siang , ratusan aparat kepolisian sudah tampak membubarkan diri setelah massa membubarkan diri beberapa jam sebelumnya.

Sejumlah petugas kepolisian masih telihat berjaga di kawasan Engku Putri,dan Masjid Raya. (dra)

Penulis: Endra Kaputra
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved