Mellennial

Stop Main Gadget di Tempat Gelap. Ini Dia Bahayanya

Walau menyenangkan, tapi keseringan main gadget juga berdampak kurang baik lho untuk kesehatan mata lho guys. Ingin tahu bahayanya?

Stop Main Gadget di Tempat Gelap. Ini Dia Bahayanya
TRIBUNBATAM/MONA ANDRIANI

SAAT ini, rasanya gadget sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Tak hanya kalangan dewasa, saat ini anak-anak pun sudah sangat akrab dengan aneka gadget.

Setelah bangun tidur atau bangun tidur tak jarang lebih banyak dihabiskan dengan melihat gadget.
Apalagi, di era media sosial seperti saat ini rasanya semua bisa dilihat dari gadget. Mulai hal-hal yang berkaitan dengan lifestyle, hobi, pengetahuan dan sebagainya.

Walau menyenangkan, tapi keseringan main gadget juga berdampak kurang baik lho untuk kesehatan mata lho guys.

Pernah nggak sih guys kalian berpikir jika mata butuh diistirahatkan dari melihat aneka gadget untuk waktu tertentu. Karena, jika dipaksakan lama-lama bisa mengganggu kesehatan mata. Apalagi, jika penggunaan gadget tersebut di ruangan yang minim cahaya atau bahkan gelap.

Andy Riskinata, yang berprofesi sebagai karyawati swasta ini mengaku terbiasa menggunakan gadget dengan lampu redup Biasanya dia lakukan setiap sebelum tidur.

"Jadi kalau sebelum tidur itu biasanya cek Hp dulu, balas whatsapp dan keadaan lampu sudah dalam keadaan mati. Tapi sebentar aja tidak lama," ungkapnya.

Berbeda dengan Dina Auliana. Cewek yang berstatus mahasiswi ini mengaku tidak pernah memainkan ponselnya dalam keadaan minim cahaya. Karena matanya akan terasa sakit jika bermain ponsel di ruangan yang gelap.

"Dulu pernah tapi sekarang udah nggak pernah lagi. Karena sudah merasa mata jadi sakit. Akhirnya berhenti liat Hp di ruangan yang gelap," ujarnya.

Menurut dr Hafizah SpM, dokter spesialis mata Rumah Sakit Awal Bros mata mempunyai syaraf yang harus dijaga.

Dan pada retina, terdapat sel batang dan sel kerucut. Saat gelap atau terang, sel tersebut akan menyesuaikan agar bisa melihat terang atau gelap.

Halaman
12
Penulis: Andriani Mona
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help