Sudah Ada Pemesanan Kapal Tongkang di Batam. Kepala BP Batam: Kita Berharap Kondisi Terus Membaik

BP Batam, saat ini masih mencari formula yang bisa mengembalikan gairah ekonomi di Batam, khususnya di bidang industri galangan kapal

Sudah Ada Pemesanan Kapal Tongkang di Batam. Kepala BP Batam: Kita Berharap Kondisi Terus Membaik
TWITTER/BP BATAM
Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo 

TRIBUNBATAM.id, BATAM -  Mulai membaiknya pertumbuhan ekonomi di Batam, juga berdampak pada industri galangan kapal.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo mengakui, saat ini sudah ada beberapa pemesanan untuk membuat kapal tongkang di Batam.

"Tentu kita berharap kondisi ini terus membaik," kata Lukita, Jumat (27/7/2018).

Baca: Jadwal Liga 1 2018 Pekan ke 18. Hari Ini PS Tira vs Persib Bandung. Misi Maung Jaga Puncak Klasemen

Baca: Kali Item Akhirnya Disemprot Cairan Mikroba, Efektifkah Hilangkan Bau Menyengatnya?

Baca: Formula 1 GP Hungaria - Lewis Hamilton Raih Kemenangan Keenam. Vettel Lolos dari Kecelakaan

Begitupun di bidang minyak dan gas (migas). Dikatakan saat ini sudah ada satu perusahaan besar yang mulai merekrut pekerjanya.

"Tentu kita tidak hanya bergantung dengan kondisi yang ada sekarang ini. Kemarin kita juga sudah berdiskusi dengan pelaku usaha, kira-kira apa yang mereka butuhkan. Antara lain mendorong penggunaan produk dalam negeri," ujarnya.

Apa yang menjadi kebutuhan pelaku usaha itu, selanjutnya akan disampaikan pihaknya kepada pemerintah pusat.

Saat ini BP Batam masih mencari formula yang bisa mengembalikan gairah ekonomi di Batam, khususnya di bidang industri galangan kapal.

Disinggung soal insentif, Lukita mengatakan, pihaknya memang sudah berkomitmen akan memberikan insentif untuk uang wajib tahunan (UWT). Hanya saja sejauh ini memang belum ada pelaku usaha yang memanfaatkan insentif tersebut.

"Insentif akan kami berikan tetapi sejauh ini yang melakukan perpanjangan (UWT) belum ada," kata Lukita.

Baca: BP Batam Raih Penghargaan di Acara Case Based Capacity Development

Baca: Warga Batam Siap Ramaikan ATB BP Batam Festival Hijau 2018

Baca: Putus Mata Rantai Penyelundupan Narkoba Jadi Alasan BP Batam Jalin Kerjasama dengan BNN RI

Hal lain juga dari sisi regulasi. Saat ini pihaknya masih menunggu revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.148 Tahun 2016 tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum, khususnya yang mengatur terkait kepelabuhanan dari Kementerian Keuangan. Revisi itu diperlukan untuk menjadi dasar acuan merevisi Peraturan Kepala (Perka) BP Batam No.17 Tahun 2016.

"Kalau sudah keluar revisinya, revisi Perka 17 Tahun 2016 juga pasti akan kita keluarkan," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua INSA Batam, Osman Hasyim mengatakan, dengan revisi perka ini, INSA yakin industri maritim di Batam, khususnya yang berkaitan dengan perkapalan akan kembali bergeliat.

Dari pembahasan sebelumnya, dikatakan ada beberapa post tarif yang diusulkan bakal turun hingga 60 persen. Bahkan ada beberapa post tarif yang diusulkan menjadi nol Rupiah.

"Sekarang kalau kita lihat secara psikologis sudah membaik. Jika revisi tarif sudah keluar, akselerasinya akan jauh lebih tinggi," kata Osman optimistis. (wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help