VIDEO: Satresnarkoba Polresta Barelang Amankan Sabu Asal Malaysia Senilai Rp 400 Jutaan

Sat Resnarkoba Polresta Barelang Batam berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu yang total nilainya Rp 400 Jutaan

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sat Resnarkoba Polresta Barelang Batam berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu yang total nilainya Rp 400 Jutaan.

Jumlah sabu seberat 506,4 gram tersebut diamankan dari dua orang kakak-adik, YS (40) dan YM (19).

Baca: 6 Fakta Pertemuan SBY dengan Prabowo. Sepakat Koalisi, SBY: Prabowo Calon Presiden Kita

Baca: Yayuk Delia, Anak Penjual Kue dari Padang yang Dipercaya Bawa Api Obor Asian Games

Baca: Sosok Mendiang Brigadir Maria di Mata Kapolresta Barelang: Dia Sangat Mencintai Pekerjaannya

Sabu tersebut, kata Kapolresta Barelang Batam Kombes Pol Hengki, dari seorang warga negara Malaysia bernama Andi yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO).

Kedua tersangka ditangkap pada 22 Juli 2018 lalu atas informasi warga.

Kapolresta Barelang Batam Kombes Pol Hengki (tengah) menunjukan barang bukti sabu saat ekspos di Mapolresta Barelang, Senin (30/7/2018).
Kapolresta Barelang Batam Kombes Pol Hengki (tengah) menunjukan barang bukti sabu saat ekspos di Mapolresta Barelang, Senin (30/7/2018). (tribun batam)

"Mudusnya, Andi mengendalikan melalui telepon. Kedua kakak-adik ini menjemput barang tersebut di salah satu hotel yang ada di Batam, kemudian membawanya di kediaman mereka di daerah Sungaipanas," kata Hengki, saat ekspos perkara di Mapolresta Barelang, Senin (30/7/2018).

Dari hasil pemeriksaan, ada beberapa barang bukti yang diamankan di antaranya, dua buah tas berwarna putih dan coklat, alat timbangan digital, alat pres plastik, dan handphone.

"Dengan pengungkapan ini, kita mencegah lebih kurang 2.000 jiwa yang akan menjadi korban pemakai sabu," sebutnya.

Pantauan TRIBUNBATAM.id, saat ekspos perkara, tampak kedua tersangka hanya menunduk dengan kepala ditutup sebo.

Sementara itu, di tempat yang sama, Kasat Narkoba Polresta Barelang AKP Abdul Rahman menyebutkan, kedua tersangka tersebut sebagai kurir yang akan diupah oleh Andi.

"Masing-masing mereka diberikan upah senilai Rp10 juta sampai Rp 15 Juta rupiah," ucapnya.

Atas perbuatan kedua tersangka, lanjut AKP Abdul Rahman akan dijerat pasal 112 ayat (2) junto pasal 132 ayat (1) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

"Dengan ancaman hukuman paling singkat lima tahun penjara dan paling lama hukuman seumur hidup atau hukuman mati," ujarnya.

Simak video diatas. (*)

Penulis: Endra Kaputra
Editor: Danang Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved