Atasi Kekurangan Kelas, Rata-rata Sekolah Negeri di Batam Terapkan Sif Ganda

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam di tahun ajaran baru 2018 ini terpaksa tetap menerapkan sistem sekolah sif ganda, pagi dan siang.

Atasi Kekurangan Kelas, Rata-rata Sekolah Negeri di Batam Terapkan Sif Ganda
tribun batam
Kepala Bidang SDN Disdik Batam, Vadelifa. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam di tahun ajaran baru 2018 ini terpaksa tetap menerapkan sistem sekolah sif ganda, pagi dan siang.

Sif ganda ini diterapkan di hampir semua SD dan SMPN yang ada di Batam.

Kebijakan ini dikarenakan tingginya pertumbuhan penduduk usia sekolah di Batam yang tidak sebanding dengan ruang kelas yang tersedia.

Setiap tahun, jumlah usia anak wajib sekolah terus meningkat sehingga kelas yang tersedia tidak mencukupi.

Kepala Bidang SDN Disdik Batam,Vadelifa, menjelaskan, di Batam ada sebanyak 144 SDN.

Dari jumlah tersebut rata-rata menggunakan sistem sif ganda, karena sistem ini adalah solusi dalam penerimaan siswa baru yang jumlahnya membludak.

Dia mengakui, sistem belajar dua sif memang tidak efektif, karena jam belajar siswa menjadi singkat yang membuat proses belajar-mengajar tidak kondusif.

Selain itu, siswa yang pulang sore sekitar pukul 15.30 wib menganggu jam bermain anak-anak.

"Kalau sistem ini dihapus bisa saja. Tapi nanti banyak anak-anak yang tidak dapat bersekolah. Hal inilah yang membuat kami tetap buka sistem shift,"ujarnya, Selasa (31/7/2018).

Baca: Deretan Fakta Kasus Pungli PPDB SMPN 10 Batam - Kepsek Tersangka, Barang Bukti Uang Rp 274 Juta

Baca: Kasus Pungli SMPN 10 Batam Sudah SPDP, Apakah Uangnya Dikembalikan ke Orangtua Murid?

Baca: Sebelum Buka Kuota Tambahan, Para Tersangka Pungli SMPN 10 Batam Sudah Minta Izin Disdik

Dia menambahkan, pembangunan sekolah baru oleh Disdik Batam belum bisa dilakukan dalam waktu dekat karena terkendala perizinan lahan dan tidak tersedianya lahan.

Sementara untuk pembuatan ruang kelas baru, anggaran Disdik juga tidak mencukupi.

"Untuk melakukan pembangunan anggaran kita sedikit, jadi kami tidak bisa juga menganggarkan semuanya untuk RKB,"ungkapnya.

Dia meminta, dalam situasi seperti ini orangtua siswa juga harus beralih ke sekolah swasta, karena banyak sekolah swasta yang kekurangan siswa.

"Kita sebenarnya berharap bagi orangtua yang perekonomiannya mampu, agar menyekolahkan anaknya di sekolah swasta,"pintanya.

Untuk sekolah swasta pun, pintanya lagi, agar tidak menerapkan biaya sekolah yang terlalu mahal sehingga lebih terjangkau masyarakat. (*) 

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help