Dari Lakukan Pungli sampai Cerai tanpa Izin Pejabat, 18 PNS Kena Pecat

Pemerintah menindak tegas para Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS) yang tidak masuk kerja lebih dari 46 hari.

Dari Lakukan Pungli sampai Cerai tanpa Izin Pejabat, 18 PNS Kena Pecat
Istimewa/Mazpram
PNS di Pemerintah Provinsi Kepri melakukan apel sore. Foto hanya sebagai ilustrasi berita. 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA- Pemerintah menindak tegas para Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS) yang tidak masuk kerja lebih dari 46 hari.

Berdasarkan catatan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) terdapat 21 orang yang diberikan sanksi tegas.

Rinciannya, sebanyak 18 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari instansi pemerintah pusat dan daerah yang diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan.

Kemudian tiga PNS lainnya dikenai sanksi turun pangkat selama tiga tahun.

Hal tersebut diakui Menteri PAN-RB Asman Abnur merupakan hasil sidang bersama dengan Badan Pertimbangan Kepegawaian (BAPEK).

“Sebagian besar kasus PNS yang diberhentikan karena tidak masuk kerja lebih dari 46 hari. Ini menjadi peringatan bagi seluruh ASN,” kata Asman yang juga Ketua BAPEK, Selasa (31/7/2018).

Adapun tercatat ada 16  orang yang kebanyakan bolos lebih dari lebih dari 46 hari, dua orang menjadi calo CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil), penyalahgunaan narkotika, melakukan pungli, pemalsuan dokumen CPNS, cerai tanpa izin pejabat yang berwenang, hingga ada juga yang melakukan penggelapan uang titipan biaya nikah.

Untuk informasi, sidang tersebut dihadiri oleh Sekretaris BAPEK yang juga Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana,  Asdep Pembinaan Integritas dan Penegakan Disiplin SDM Aparatur Kementerian PANRB Bambang Dayanto, pejabat dari Kejaksaan Agung RI,  Badan Intelijen Nasional (BIN), Kementerian Hukum dan HAM, Pengurus KORPRI, serta BKN. (kontan)

Editor: Sri Murni
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved