Sambil Tunggu KSB, Korban Kebakaran Kampung Belian Minta BP Batam Pinjamkan Lahan 2 Tahun

"Kami datang ke sini hanya ingin meminta supaya lahan diberikan pinjam sampai menunggu KSB diberikan oleh pemerintah," ujarnya.

Sambil Tunggu KSB, Korban Kebakaran Kampung Belian Minta BP Batam Pinjamkan Lahan 2 Tahun
tribun batam
Rapat dengar pendapat (RDP) warga korban kebakaran Kampung Belian, Batam Centre, bersama Komisi III DPRD Batam, Selasa (31/7/2018). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Sejumlah warga permukiman padat penduduk di Kampung Belian, Batam Center, yang menjadi korban kebakaran, meminta BP Batam memberikan pinjam lahan ke mereka selama dua tahun.

Sebab, mereka berencana akan membangun kembali rumah di lahan bekas terbakar tersebut.

Hal itu disampaikan Animah, Ketua RT Kampung Belian saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Kota Batam, Selasa (31/7/2018).

"Kami datang ke sini hanya ingin meminta supaya lahan diberikan pinjam sampai menunggu KSB diberikan oleh pemerintah," ujarnya.

Animah mengatakan, warga akan membuat rumah secara sederhana sebagai tempat tinggal.

RDP tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Perhubungan yang dilantik sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Yusfa Henri, perwakilan BP Batam, dan pihak lainnya.

Baca: Cerita Korban Kebakaran Kampung Belian di Penampungan, Tinggal Bersama 16 KK di Satu Ruko

Baca: Di Penampungan Baru, Korban Kebakaran Kampung Belian, Keluhkan Air Bersih dan Nyamuk

Baca: Korban Kebakaran di Kampung Belian Mendapat KTP Elektronik Pengganti dari Disdukcapil Batam

Rapat ini dipimpin langsung Ketua Komisi III DPRD Kota Batam Nyanyang Haris Pratamura.

"Pasca kebakaran Kampung Belian, BP Batam sudah menyerahkan lahan tersebut kepada pengembang,"kata Nyanyang di hadapan warga.

Nyanyang melanjutkan, secara yuridis, warga sudah tidak berhak tinggal di sana.

Ia meminta agar BP dan Pemko Batam mengizinkan warga tinggal di sana untuk sementara menunggu kavling siap bangun (KSB).

"Kalau sudah ada KSB-nya mereka siap dipindahkan. Lahan dipinjam pakai selama dua tahun. Dan Pemko harus mencari solusi, juga BP Batam. Dan kami, DPRD merekomendasikan kepada Pemko untuk mendapatkan lahan di daerah yang sudah ditentukan BP Batam," pinta Nyanyang.

Saat ini ada sebanyak 187 KK dari Kampung Belian yang pernah tinggal di lahan yang terbakar tersebut.

"Jadi kalau sebelumnya dia sudah punya kavling dan punya rumah tak berhak lagi mendapatkan kavling. Kita harus adil," kata Nyanyang. (*)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help