Punya Lapangan Kecil, SDN 007 dan SMPN 41 Lubuk Baja Sama-sama Tak Bisa Upacara

Akar permasalahannya adalah, bangunan SDN 007 dan SMPN 41 berada di lokasi yang sama dan keduanya harus berbagi lapangan yang sangat sempit.

Punya Lapangan Kecil, SDN 007 dan SMPN 41 Lubuk Baja Sama-sama Tak Bisa Upacara
tribun batam
SDN 007 Lubuk Baja dan SMPN 41 Batam yang berlokasi di tempat yang sama. 

TRIBUNBATAM.id, Batam - Warga yang tergabung dalam Forum Wali Murid SDN 007 Lubuk Baja yang menggelar unjuk rasa di depan kantor DPRD Kota Batam, Rabu (1/8/2018), akhirnya diterima Komisi IV.

Perwakilan orang tua diberikan waktu untuk menyampaikan uneg-uneg mereka kapada anggota dewan. Dalam pertemuan tersebut dihadiri juga perwakilan sekolah SDN 007 dan SMPN 41 Batam.

Unjuk rasa dilakukan wali murid karena adanya rencana Pemko Batam menutup SDN tersebut. Dan, pada tahun ajaran baru ini, SDN tersebut juga sudah tidak menerima siswa baru.

Akar permasalahannya adalah, bangunan SDN 007 dan SMPN 41 berada di lokasi yang sama dengan bangunan berbeda. Namun, keduanya harus berbagi lapangan.

Namun, karena lokasinya sangat sempit, banyak aktivitas kedua sekolah yang tidak bisa dilaksanakan sebagaimana seharusnya.

Di hadapan anggota Komisi IV, Koordinator Forum Wali Murid SDN 007 Lubuk Baja, Ilham, menceritakan dalam waktu empat bulan ke depan, SDN 007 Lubuk Baja akan dibubarkan dan ditutup oleh Pemko Batam.

Baca: Warga Kelurahan Batu Selicin Datang DPRD Batam, Minta SDN 007 Lubukbaja Tidak Dibubarkan

Baca: Dewan Pendidikan Kota Batam Tinjau SDN 007 Lubuk Baja, Begini Reaksinya!

Siswa SDN 007 yang saat ini jumlahnya sebanyak 656 orang (kelas 2-6) akan dipidahkan ke sekolah-sekolah terdekat.

Namun, pihak wali murid merasa tidak pernah diajak bicara tentang nasib anak mereka. Padahal sebelumnya direncanakan, penutupan sekolah akan dilakukan bertahap sampai lima tahun, atau semua murid menamatkan sekolah mereka.

"Plang SDN 007 saja sudah dicabut Pak. Ditambah lagi penerimaan siswa SMPN 41 sangat melebihi kuota. Kami ingin diajak berbicara walaupun ini internal Disdik. Kami merasa tak dihargai di sini pak," kata Ilham.

Keluhan tersebut langsung didengarkan oleh Ketua Komisi IV DPRD kota Batam, Djoko Mulyono didampaingi anggota Komisi IV lainnya Ganda Tiur, Aman, Erizal, Boby Alexander, dan pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam.

Baca: Deretan Fakta Kasus Pungli PPDB SMPN 10 Batam - Kepsek Tersangka, Barang Bukti Uang Rp 274 Juta

Baca: Pengakuan Kepala Sekolah Terkait Kasus Dugaan Pungli PPDB di SMPN 10 Batam

Baca: Kadisdik Kepri Peringatkan Sekolah dan Komite agar Tidak Main-Main Soal Uang dalam PPDB

Halaman
123
Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved