Rustam, Tersangka Korupsi Proyek Pasar Payaklaman Anambas Hanya Diam dan Lesu Saat Digiring ke Kapal

Rustam, tersangka dugaan tindak pidana korupsi pembangunan pasar tradisional di Desa Payaklaman Kecamatan Palmatak, Anambas, hanya tertunduk lesu.

Rustam, Tersangka Korupsi Proyek Pasar Payaklaman Anambas Hanya Diam dan Lesu Saat Digiring ke Kapal
tribun batam
‚ÄéRustam, tersangka dugaan tinda pidana korupsi penyalahgunaan pembangunan pasar tradisional di Desa Payaklaman Kecamatan Palmatak saat keluar dari kantor Cabang Kejaksaan Negeri Natuna di Tarempa Kamis (2/8/2018) pagi. 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Rustam, tersangka dugaan tindak pidana korupsi pembangunan pasar tradisional di Desa Payaklaman Kecamatan Palmatak, Anambas, hanya tertunduk lesu.

Tak ada kalimat yang keluar dari pria yang mengenakan rompi tahanan kejaksaan saat keluar dari kantor Cabang Kejaksaan Negeri (Kejari) Natuna di Tarempa, Kamis (2/8/2018).

Kantor Cabang Kejari Natuna di Tarempa itu berlokasi di jalan Imam Bonjol RT 01 RW 01 Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan.

Hal serupa pun juga terlihat saat tersangka yang didampingi anggota Polres Anambas berada di Pelabuhan Tarempa untuk dibawa ke Tanjungpinang menggunakan kapal feri.

Penumpang dan warga yang berada di sekitar pelabuhan pun, langsung memfokuskan pandangan mereka ke mobil patroli Polsek Siantan.

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Natuna Muhammad Bayanullah, SH, di Tarempa mengatakan, penahanan terhadap tersangka dilakukan terhitung sejak hari ini, Kamis (2/8/2018).

Tahanan pun selanjutnya dibawa ke Rutan Klas I Kota Tanjungpinang sambil menunggu proses persidangan ‎di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Tanjungpinang.

Baca: Kapal Ikan Bermuatan Hiu Ditangkap Lanal di Pulau Matak Anambas

Baca: Mabes TNI Turun Cek Langsung Proyek Bhakti di Anambas, Pak Kolonel Usap Cat Dinding Sekolah

Baca: Perizinan Terhambat di Anambas, Gubernur Kepri: Silakan Lapor ke Saya!

"Kami melakukan tindakan penahanan terhadap tersangka atas nama Rustam selama 20 hari terhitung sejak 2 Agustus 2018," ujarnya Kamis (2/8/2018).

Bayan menjelaskan, tersangka pun didampingi oleh pengacara dari Tanjungpinang yang ditunjuk oleh kejaksaan.

Sebelumnya, tersangka sudah dua kali diberikan kesempatan agar bisa menunjuk sendiri penasihat hukumnya.

Halaman
12
Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help