2 Lukisan Maestro Indonesia Raden Saleh yang Bernilai Miliaran Rupiah Dipamerkan di Istana Negara

Maestro lukis Indonesia, Raden Saleh Sjarif Bustaman terkenal sebagai seniman dengan karya yang bernilai fantastis.

2 Lukisan Maestro Indonesia Raden Saleh yang Bernilai Miliaran Rupiah Dipamerkan di Istana Negara
istimewa
Lukisan karya Raden Saleh, Perburuan Banteng 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Maestro lukis Indonesia, Raden Saleh Sjarif Bustaman terkenal sebagai seniman dengan karya yang bernilai fantastis.

Istana Negara RI sendiri memiliki beberapa koleksi lukisan Raden Saleh.

Dua di antaranya diboyong ke Pameran Koleksi Seni Istana Negara RI di Galeri Nasional, Jakarta yakni berjudul 'Perkelahian dengan Singa' dan 'Berburu Banteng'.

Jika ditaksir nilai lukisan Raden Saleh mencapai ratusan miliar.

"Untuk yang Berburu Banteng nilainya ratusan miliar, beberapa bulan lalu ada lukisan Berburu Banteng yang dilelang di Perancis," kata kurator Pameran Seni Koleksi Istana Kepresidenan Republik Iindonesia, Watie Moerany saat ditemui di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, Jumat (3/8/2018).

Sebagai catatan, dikehatui Raden Saleh semasa hidup melukiskan lima karya dengan tema perburuan banteng.

Tiga karya dibubuhi tahun pembuatan yaitu 1842, 1851 dan 1855, dua lainnya tidak dibubuhi tahun pembuatan.

Salah satu lukisan Perburuan Banteng karya Raden Saleh dilelang di Perancis, berakhir dengan harga 7,2 juta Euro atau setara Rp 120 miliar.

Pengunjung di depan karya Raden Saleh dalam Pameran Seni Koleksi Istana Kepresidenan Republik Indonesia di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta.
Pengunjung di depan karya Raden Saleh dalam Pameran Seni Koleksi Istana Kepresidenan Republik Indonesia di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. (KOMPAS.com/Silvita Agmasari)

Dua lukisan karya Raden Saleh yang dipamerkan di Pameran Koleksi Seni Istana Negara RI 'Indonesia Semangat Dunia' adalah hadiah dari Ratu Belanda, Juliana kepada Pemerintah Indonesia saat Presiden Soeharto berkunjung 1970.

Hampir 120 tahun setelah Raden Saleh memberikan lukisan tersebut kepada Raja Willem III sebelum pulang ke Jawa 1851.

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help