Alasan BP Batam Kembangan Industri Pariwisata. Topan: Pariwisata Kebal Terhadap Krisis Ekonomi

Topan mengatakan, BP Batam wajib mengembangkan industri pariwisata, karena krisis ekonomi tak mempengaruhi pariwisata

Alasan BP Batam Kembangan Industri Pariwisata. Topan: Pariwisata Kebal Terhadap Krisis Ekonomi
TRIBUNBATAM/LEO HALAWA
Kasubdit Humas Badan Pengusahaan (BP) Batam Mohammad Topan di acara UKJ AJI Batam, Sabtu (4/8/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Infrastruktur  yang memadai dan kepastian hukum masih menjadi andalan Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk mendatangkan investor ke Batam.

Hal itu disampaikan Kasubdit Humas Badan Pengusahaan (BP) Batam Mohammad Topan di sela-sela kunjungannya di acara Ujian Kompetensi Jurnalis (UKJ) yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Batam di lantai 4 Greenland Hotel, Sabtu (4/8/2018) malam.

“Bagaimana pun, jika infrastruktur memadai maka investor akan tertarik. Umumnya, calon investor itu yang pertama ditanyakan adalah soal infrastruktur. Selanjutnya soal kepastian hukum,” kata Mohammad Topan.

Baca: Ramalan Zodiak Minggu 5 Agustus 2018 - Aquarius Jangan Terlalu Acuh dengan Orang Lain

Baca: MotoGP Ceko - Urutan Start: Andrea Dovizioso Pole Position. Valentino Rossi di Depan Marc Marquez

Baca: Konsep Mobil Masa Depan yang Keren! Hadir di GIIAS 2018 Jakarta. Mobil Mana yang Anda Suka?

Mohammad Topan hadir sebagai pembicara dalam seminar bertajuk: Strategi BP Batam Menghadapi Persaingan Bisnis Global.

Penjabaran Muhammad Topan terkait alasan investor mau berinvestasi di Batam itu, menjawab pertanyaan Slamet Widodo yang menjadi moderator  seminar dalam rangkatan UKJ yang digelar AJI Batam itu.

Widodo menyebutkan, negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, Myanmar dan negara ASEAN lainnya saling berebut untuk menggaet pasar globa.

“Batam sebagai salah satu kota industri, akan ketinggalan jika tidak memiliki strategi menghadapi persaingan itu,” ujar Dodo.

BP Batam menurut Topan harus terus berbenah termasuk soal infrastruktur.

Saat ini ada sejumlah proyek infrastruktur yang terus digesa di antaranya waduk Sei Gong, Runway Hang Nadim terpanjang di Indonesia, pelabuhan kargo Batu Ampar, pelabuhan Crude Palm Oil (CPO) Kabil, dan Pusat Data Sistem Informasi (PDSI).

"Bentuk keseriusan BP Batam, baru-baru ini investasi bertambah sekitar 4,7 persen. Ini angka yang cukup membantu sebenarnya. Tapi yang namanya usaha, tetap dikembangkan. Apa lagi baru-baru ini, pesawat kargo berukuran besar bisa sudah mendarat di Batam jenis Antonov 124 100M 1,” kata Topan.

Topan juga menjelaskan, bahwa BP Batam juga tengah membangun dan mengembangkan industri pariwisata.

Secara yuridis katanya, jelas bahwa, BP Batam wajib mengembangkan industri pariwisata.

Sebab menurutnya, berdasarkan data, dampak ekonomi yang anjlok biasanya tidak mempengaruhi menurunnya industri pariwisata.

Berbeda halnya, dengan industri manufacturing dan fabrikasi, yang rentan dengan dampak masalah atau krisis ekonomi global.(leo)

Penulis: Leo Halawa
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved