Bahan Produksi Masih Didatangkan dari Jawa Bikin Harga Telur dan Ayam Tetap Tinggi di Batam

Menurut Kadis Disperindag Batam Zarefriadi, tingginya harga tersebut karena terjadi peningkatan harga produksi.

Bahan Produksi Masih Didatangkan dari Jawa Bikin Harga Telur dan Ayam Tetap Tinggi di Batam
tribun batam
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Perwakilan Batam melakukan sidak di Pasar Toss 3000, Jumat (27/7/2018). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Harga ayam dan telur di Batam masih tinggi. 

Menurut Kadis Disperindag Batam Zarefriadi, tingginya harga tersebut karena terjadi peningkatan harga produksi.

Selain itu, bahan produksi yang dijual di Batam, semuanya didatangkan dari luar, khususnya dari Jawa.

"Sekarang kan kondisinya telur dan daging ayam itu mayoritas kita masih impor dari Jawa semua. Pada dasarnya harga produksi yang meningkat menyebabkan naiknya harga telur dan ayam,"ujarnya saat dijumpai TRIBUNBATAM.id di depan Gedung BP Batam, Senin (6/8/2018).

Di sisi lain, lanjutnya, distribusi bahan produksi telur dan daging ayam di Batam dipegang oleh pihak swasta.

"Benar distribusi pakan ayam di Batam dipegang oleh swasta," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bulog Batam Agung meminta masyarakat untuk berpandangan luas melihat tingginya harga ayam dan telur ini.

Baca: Harga Telur dan Sayuran di Batam Mulai Turun, Ibu-Ibu dan Para Pedagang pun Senang

Baca: Ketua KPPU Batam Bingung, Stok Telur Tersedia Mengapa Harganya Tetap Tinggi?

Baca: Kenaikkan Harga Telur Ayam - Disperindag Kota Batam Segera Gelar Sidak

"Saya harap, kita sebagai masyarakat dapat memandang permasalahan tersebut secara global," ujarnya.

Dari Bulog sendiri tidak bisa berbuat banyak karena tidak memegang kendali terhadap penyaluran pakan ayam.

"Untuk daerah Batam sendiri, kita belom menghandle soal pendistribusian pakan ayam itu. pakan ayam masih swasta yang menghandle," tuturnya.

Agung mengaku sudah melakukan rapat koordinasi dengan pemerintah daerah hingga distributor terkait tingginya harga telur dan daging ayam.

"Kita sudah mengikuti rapat koordinasi dengan dinas terkait bahkan hingga distributor. Sistemnya Bulog akan mendistribusikan sesuai dengan kondisi pemerintah daerah," ungkapnya. (drs)

Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help