Presiden AS Donald Trump Hina Pemain Basket Nasionalnya LeBron James, Sang Istri pun Menentang

Presiden AS Donald Trump melontarkan hinaan kepada pemain basket nasional negaranya, LeBron James.

Presiden AS Donald Trump Hina Pemain Basket Nasionalnya LeBron James, Sang Istri pun Menentang
bbc indonesia
Presiden AS Donald Trump,Melania Trump, dan LeBron James. 

TRIBUNBATAM.id- Presiden AS Donald Trump melontarkan hinaan kepada pemain basket nasional negaranya, LeBron James.

Beberapa jam kemudian, Ibu Negara AS Melania Trump mendukung LeBrons dan berseberangan dengan komentar suaminya yang menghina LeBrons di media sosial Twitter.

James sebelumnya mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa Trump memecah belah (bangsa) dan telah mendorong para rasis.

Menanggapi itu, Trump mempertanyakan kecerdasan James, mengatakan tidak mudah untuk membuat pemain NBA itu "terlihat pintar".

Namun, juru bicara Melania Trump mengatakan James "bekerja untuk hal-hal baik" dengan mendirikan sebuah sekolah di kampung halamannya di Ohio.

Dia mengatakan Melania Trump ingin " membuka dialog tentang masalah-masalah yang dihadapi anak-anak".

Baca: Donald Trump Ancam Shutdown Jika Proyek Tembok Anti-Imigran Senilai Rp362,5 T tak Disetujui

Baca: Sebelum Disatukan ke Ortunya, 3.000 Migran Anak di AS Jalani Tes DNA. Aktivis Curiga Ada Maksud Lain

Baca: Protes Kebijakan Donald Trump Pisahkan Ibu-Anak Migran, Wanita Ini Nekat Panjat Patung Liberty

Awal pekan ini, dalam sebuah wawancara di CNN, James mengatakan kepada Don Lemon bahwa olahraga telah memberikan kesempatan kepadanya untuk bertemu orang-orang dengan latar belakang dan ras yang berbeda.

"Olahraga tidak pernah menjadi sesuatu yang memecah belah orang. Itu selalu menjadi sesuatu yang menyatukan orang," katanya.

"Dia [Trump] memecah belah kita dan apa yang saya perhatikan selama beberapa bulan terakhir adalah bahwa dia sepertinya menggunakan olahraga untuk memecah belah kita dan itu adalah sesuatu yang tidak bisa saya terima, karena bagi saya olahraga adalah yang membuat saya dapat berada di sekitar orang berkulit putih untuk pertama kalinya,"katanya lagi.

Dia juga berpendapat bahwa tindakan Trump telah mendorong para rasis.

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help